Kejari Binjai Segera Limpahkan Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Peraga



Kajari Binjai 

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Binjai, akan melimpahkan berkas perkara ke meja hijau secara "bertahap" perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar (SD) Kota Binjai Tahun 2011.

Hal itu karena Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, sudah mengeluarkan hasil kerugian Negara terkait perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar (SD) Kota Binjai Tahun 2011.

Disebut bertahap, boleh jadi pelimpahan berkas perkara untuk disidangkan menimpa tiga orang terlebih dahulu karena penetapan tersangka‎ bagi mereka diawal penyidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, membenarkan Auditor kerugian Negara ‎sudah menyerahkan hasil kerugian Negara perkara dugaan korupsi tersebut. BPKP Sumut langsung datang ke Gedung Kejari Binjai yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara untuk menyerahkan hasil audit kerugian Negara tersebut, kemarin (30/10).

 "Sudah selesai (penghitungan kerugian Negara), dibawa langsung oleh BPKP yang diserahkan kepada Kejari Binjai," jelas Victor, ‎Rabu (31/10).

Taksiran penyidik semula menyebut kerugian Negara dalam perkara dugaan korupsi ini sebesar Rp 800 juta meleset. Menurut Kajari, BPKP Sumut menilai kerugian negara dalam dugaan korupsi yang melibatkan 11 tersangka ini sebesar Rp 500 juta.

‎Terkait perkara ini, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Bahkan, Kejari Binjai tengah berupaya memanggil "Daud Nasution" salah seorang Pengusaha Hotel di Kota Medan. Daud diduga terlibat di dalam pengadaan proyek fiktif sekaligus mark-up ini.

Menurut Kajari, Daud mangkir dari panggilan penyidik. Karenanya, Daud disebut tidak koperatif.

"Dia (Daud) akan dimintai keterangan soal pengadaan proyek ini. Beberapa kali dipanggil belum datang. Nanti dipanggil ulang," tandas mantan Kajari Kualatungkal ini.

Diketahui, 11 tersangka yang ditetapkan tersangka oleh penyidik dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ada tiga tersangka yang menyandang status tersangka. Yakni, Ismail Ginting, selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Disdik. Bagus Bangun, selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang. Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara.

Tahap kedua yang ditetapkan tersangka ada delapan. Masing-masing Ketua Panitia Pengadaan Lelang Joni Maruli, Sekretaris Arapenta Bangun dan Anggota Hendra Sihotang. Kemudian dari Panitia Penerima Hasil Lelang yakni Olivia Agustina, Erinal Nasution dan Rosmiani, yang merupakan Aparatur Sipil Negara di Disdik. Rahmat Soleh ASN Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Ahmad Rizal ASN Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Binjai.

Dari 11 tersangka, penyidik baru melakukan penahanan terhadap Dodi Asmara yang kini sudah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai.

Pengadaan alat peraga ini dilakukan Disdik Kota Binjai yang bersumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu sebesar Rp 1,2 miliar. Modus korupsi yang dilakukan tersangka dengan cara menggelembungkan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif.‎ (Red)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments