Kejam!!! Setelah Diperkosa, Perut Gadis Kecil Ini Dibelah



Korban saat ditemukan di lokasi Pembunuhan dalam keadaan perut terbelah

Metrolangkatbinjai.com

Sadis dan kejam, itulah yang ada dalam benak kita atas perbuatan yang dilakukan oleh Hendri Limbong, warga Dusun I Rejosari RT/RW 01/01 Desa Tanjung Medan Barat, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (25/10) Sekira Pukul 03.15 Wib.

Pasalnya, Pria yang kesehariannya menjadi Buruh Sawit ini, tega memperkosa seorang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Tidak hanya di Perkosa, usai melampiaskan nafsu bejatnya tersebut, tersangka juga membelah Perut Korban hingga ususnya terburai.

Adalah, Alika Viana (11) seorang Siswi Sekolah Dasar yang masih duduk di Kelas V, diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Hendri Limbong. Bahkan, saat korban ditemukan masih menggunakan Seragam Sekolah, serta Celana korban sudah dalam keadaan melorot ke bawah, yang diduga kuat korban diperkosa dahulu sebelum di bunuh.

Korban pertama kali ditemukan oleh Warga sekitar di dalam Kebun Sawit milik Mangara Tumpang Limbong, yang berada di Dusun Rejosari RT/RW 01/01 Desa Tanjung Medan Utara, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir.

Dari tersangka, Petugas menyita barang bukti sehelai baju kaos warna putih yang ada bekas tapak tangan dan bintik-bintik darah, sehelai celana panjang warna abu Rokok, sehelai celana dalam warna Biru Muda, satu buah Pisau Cutter warna merah, sepasang Seragam Sekolah Pramuka warna Coklat, sehelai jilbab warna Coklat, serta barang lainya milik Korban.

Penemuan mayat korban bermula pada hari Rabu (24/10) sekira jam 23.30 Wib, Personil Polisi dari Polsek Pujud (Polres Rohil) menerima informasi dari masyarakat dan Babhinkamtibmas Desa Akar Velingkar, Aiptu Mutia Simorangkir, bahwa didalam Kebun Sawit milik Mangara Tumpang Limbong, ditemukan mayat seorang anak Perempuan yang bernama Alika Viana, siswi Kelas V Sekolah Dasar Negeri 033 Tanjung Medan, yang sebelumnya dihebohkan menghilang (tidak pulang kerumah) usai pulang dari sekolah Sekira pukul 12.30 Wib.

Mengetahui hal tersebut, Nenek korban yang bernama Qoriah (yang selama ini merawat korban) bersama dengan masyarakat lainnya, mencari keberadaan korban hingga tengah malam.

Tak berselang lama, seorang warga sekitar yang bernama Surat, menemukan korban sudah tidak bernyawa dalam kedaan perut terbelah dan usus keluar, serta masih dalam menggunakan Seragam Sekolah.

Tidak hanya itu, saat ditemukan, celana korban sudah dalam keadaan melorot ke bawah yang diduga kuat korban sudah diperkosa sebelumnya. Bahkan dileher korban ditemukan kain seperti Jilbab berwarna coklat yang sudah terikat kuat mencekik leher korban.

Atas kejadian tersebut, kepolisian dari Polsek Pujud yang dipimpin oleh Kapolsek pujud AKP Rahmad Damhuri Siregar SH, bersama Kanit reskrim Bripka Joan kurniawan beserta anggota, langsung melakukan olah tempat kejadian Perkara dan mengintrogasi saksi saksi dilapangan.

Kerja aparat Kepolisian akhirnya menemukan titik terang. Seorang saksi yang bernama Bahari Malau mengatakan, sebelum terjadi pembunuhan, dirinya sedang bekerja bersama tersangka (Hendri Limbong) dan Lelek Tono di ladang milik Mangara Tumpang Limbong, yang merupakan Orangtua dari tersangka.

Dari keterangan Bahari Malau, pada saat tersangka Pergi ke ancak penimbangan Sawit, tak berselang lama dirinya melihat Korban dengan Menggunakan Seragam Sekolah Pramuka, melintas dari Pondok mereka bekerja menuju kerumahnya.

"Tidak lama usai Korban melintas, Saksi (Bahari Malau) mendengar suara jeritan seorang perempuan yang berasal dari ancak timbangan tempat tersangka biasa menimbang sawit. Namun saksi sempat tidak memperdulikan jeritan tersebut," beber Kapolsek Pujud, AKP Rahmad Damhuri Siregar SH.

Lanjut Kapolsek Pujud, merasa curiga karena tersangka terlalu lama kembali ke Pondok untuk membawa Sawit yang hanya berjarak sekitar 150 meter, Saksi baru tersadar usai ditemukan mayat seorang anak perempuan di dekat ancak tersangka.

"Atas keterangan tersebut, dilakukan penangkapan terhadap Hendri limbong Pada hari Kamis, Tanggal 25 Oktober 2018 sekira Pukul 03.15 Wib   dirumahnya," ucap Kapolsek Pujud.

Lebih lanjut dikatakan Kapolsek pujud AKP Rahmad Damhuri Siregar SH, awalnya tersangka tidak mengaku  melakukan pembunuhan terhadap korban, namun setelah ditemukan sehelai baju didalam rumah yang digunakan oleh tersangka pada saat bekerja ada bekas darah sebanyak 5 jari yang merupakan jari korban, barulah pelaku mengakui perbuatannya.

"Pelaku beralasan bahwa dirinya Khilaf telah memotong perut korban sebelum memperkosa korban sebanyak satu kali," ungkap Kapolsek Pujud.

Kini, pelaku dibawa kepolsek Pujud untuk Pengusutan Lebih Lanjut. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments