Kasatreskrim Polres Langkat : Ciri Ciri Perampok Uang Rp 115 Juta Sudah Diketahui



Kasatreskrim Polres Langkat AKP Juriadi

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Kasus Perampokan yang menimpa Muya Wati (41) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga menjabat sebagai Bendahara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Susu, warga Dusun I Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Jumat (5/10) siang, sekira Pukul 13.00 Wib, perlahan mulai membuahkan hasil.

Sebab, hingga kini Personil Polisi dari Satreskrim Polres Langkat, terus berupaya menggali keterangan para Saksi dan korban Perampokan.

Kasatreskrim Polres Langkat AKP Juriadi, saat ditemui awak media diruangannya, Selasa (9/10) Sore mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Polsek Pangkalan Susu, terus berupaya mengungkap kasus perampokan dengan kerugian senilai Rp 115 Juta, serta HP korban dan surat surat lainnya.

"Kita bekerjasama dengan Polsek Pangkalan Susu, terus berupaya mengungkap kasus ini. Kita sudah mengetahui ciri ciri pelaku. Pada saat melakukan aksinya, mereka berdua menggunakan Sepeda Motor dan memakai Helm," tegas Kasatreskrim Polres Langkat, AKP Juriadi.

Disoal apakah ada keterlibatan orang dalam dalam kasus perompakan, pria yang baru menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Langkat sekitar sepekan ini tidak bisa memastikan hal itu.

"Kita belum bisa memastikan seperti itu, nanti bisa melebar dan kami tidak fokus," katanya.

Menurut Kasatreskrim, raibnya uang Rp 115 Juta yang rencananya akan digunakan untuk pembayaran honor dan operasional PPK serta PPS Kecamatan Pangkalan Susu, adalah murni perampokan.

"Ini murni perampokan. Pelaku sudah diketahui menguntit korban dari BRI Pangkalan Berandan. Hal itu terlihat dari CCTV yang ada di Bank. Namun, pada saat gambar di CCTV tersebut, hasilnya pecah (kurang jelas)," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Muya Wati (41) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga menjabat sebagai Bendahara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Susu, warga Dusun I Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, menjadi Korban perampokan, Jumat (5/10) siang, sekira Pukul 13.00 Wib.

Peristiwa perampokan tersebut terjadi di depan rumah korban. Akibatnya, Korban mengalami kerugian sebesar Rp 115.000.000. Rencananya, uang tersebut akan digunakan untuk pembayaran honor dan operasional PPK dan PPS Kecamatan Pangkalan Susu.

Perampokan tersebut bermula saat korban, sekira Pukul 09.30 Wib, berangkat dari Kantor Camat Pangkalan Susu menuju Kantor BRI Cabang Brandan.

Dengan menggunakan mobil Toyota Calya warna putih, Nopol BK 1964 PL, korban mengambil uang di BRI cab Brandan, yang beralamat di Jalan Thamrin Pangkalan Brandan, sebesar Rp 220 Juta.

Selanjutnya, uang tersebut oleh Korban di bagi dengan temannya (Rp 105 Juta dipegang temannya yang bernama Yusni, dan sisanya sebesar Rp 115 Juta dipegang oleh korban).

Usia membagi uang tersebut, sekira Pukul 11.30 Wib, Korban bersama rekannya tiba di Pangkalan Susu untuk makan di sebuah warung yang ada di Pelabuhan. Sedangkan uang yang dimasukkan dalam tas, juga dibawa oleh korban.

Usai makan, korban mengantar rekannya ke Kantor Camat Pangkalan Susu, dan selanjutnya pulang kerumah.

Naas, saat korban membuka pintu Garasi untuk memasukkan mobil, korban melihat dua pria yang langsung mengambil tas dari dalam mobilnya.

Tidak ingin uang berpindah tangan, Korban sempat mengejar dan sempat terjadi tarik menarik dengan para pelaku. Namun, salah seorang pelaku langsung memukul korban hingga korban jatuh, sehingga pelaku dapat melarikan diri dengan menggunakan Sepeda Motor Jupiter MX warna hitam.

Selain uang tunai sejumlah Rp 115 Juta, korban kehilangan HP Android Merk Oppo warna putih dengan Nomor 082163975175., KTP korban, Kartu Pegawai, STNK dan SIM, yang semuanya menjadi satu di dalam tas Korban.

Ketua KPU Langkat Agus Arifin, saat di konfirmasi awak media membenarkan adanya perampokan tersebut. Untuk itu, dirinya sudah memerintahkan Korban untuk melaporkan kejadian perampokan tersebut ke Polsek Pangkalan Susu.

"Benar. Korban sudah perintahkan untuk membuat laporan di Polsek Pangkalan Susu," ucap Agus Arifin, sembari mengatakan bahwa KPU Langkat berharap agar pihak Kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon