Ini Penjelasan Tersangka, Pembunuh Irda S Di Desa Telaga Jernih



Tersangka menggunakan Kaos orange 

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Irda S (30) seorang janda beranak satu warga Dusun Hulu Dalam, Desa Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, harus meregang nyawa karena dibunuh dengan cara mulut ditutup dengan menggunakan Lakban.

Mayat Pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan sudah membengkak di Desa Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, tepatnya di sekitar Perkebunan Sawit, Selasa (2/10) sekira Pukul 20.00 Wib.

Tak sampai 24 Jam setelah penemuan mayat, tersangka pembunuh Irda S berhasil diamankan Satreskrim Polres Langkat.

Tersangka diketahui bernama Muhammad Junaidi alias Jumri (23) Warga Dusun VII Pasiran, Desa Karang Gading, yang mengaku sebagai pacar Korban.

Saat ditemui di Mapolres Langkat, Selasa (9/10), tersangka yang badannya dipenuhi dengan Tattoo ini mengaku bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan sebelumnya.

"Lakban itu sengaja saya bawa dari rumah. Dari sore hari (sebelum membunuh korban) lakban itu sudah saya bawa dan saya letakkan di Sepeda Motor," beber Jumri.

Pada saat saya cekik, sambung Jumri, korban sempat berontak. Namun karena terus saya cekik akhirnya korban lemas dan mulutnya langsung saya tutup dengan lakban.

"Saya melakukan pembunuhan itu pada malam hari. Besok paginya saya sempat kembali lagi untuk melihat korban dan memastikan korban sudah meninggal. Sorenya saya kembali lagi dan mayatnya saya tutup pakai pelepah sawit karena mayat timbul di permukaan air," katanya.

Saat ditanya awak media, Jumri menceritakan awal perkenalan dirinya dengan korban, hingga nyawa korban melayang ditangannya.

"Awalnya saya kenalan dengan korban melalui Facebook. Tak berselang lama saya pacaran, tepatnya habis lebaran kemarin," ungkap tersangka yang mengaku sudah berumahtangga dan dan istrinya berada di Medan.

Tiga hari sebelum melakukan pembunuhan,  lanjutnya, korban menghubungi dirinya dan mengatakan mencari orang yang akan dipekerjakan di sebuah Rumah Makan diluar Kota.

Lanjut Jumri, Pada hari Senin (1/10), sekira Pukul 07.30 Wib malam, korban sampai di Kota Stabat dan di jemput tersangka. Namun sebelum sampai Stabat, Korban kerap marah dengan dirinya saat di hubungi Via Handphone. Puncaknya korban marah karena tersangka telat menjemput dari Stabat menuju rumah Neneknya di Secanggang.

"Saya kesal karena dari sore dia marah marah terus. Makanya dari sore itu sudah saya niatkan untuk membunuhnya," papar Jumri, seraya mengatakan dirinya membonceng korban dengan menggunakan Sepeda Motor Spacy.

Usai membunuh korban dengan cara mencekik dan menutup mulutnya dengan lakban, tersangka kemudian menguras isi tas korban.

"Uangnya ada Rp 1.850.000 saya ambil Setelah itu, tasnya yang sudah kosong saya masukkan batu dan saya lempar ke sungai agar tenggelam," katanya, seraya mengakui bahwa uang tersebut sudah dipakai untuk membeli pakaian, jam tangan dan berfoya foya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Langkat AKP Juriadi mengatakan bahwa penangkapan tersangka berdasarkan laporan masyarakat tentang adanya penemuan mayat di TKP.

Selanjutnya, Satreskrim Polres Langkat bekerjasama dengan Polsek setempat, membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Kami membentuk tim. Sebagian kerumah Korban dan sebagian menjaga di Rumah Sakit Bhayangkara. Dari keterangan saksi saksi diperoleh informasi bahwa korban terakhir kali sebelum meninggal dunia di jemput laki laki yang katanya adalah pacarnya. Setelah kita selidiki, ternyata tersangka ini adalah pelakunya," beber Kasatreskrim.

Keesokannya harinya, sekira pukul 05.30 Wib, lanjut Kasatreskrim, lalu kita gerebek tersangka dan berhasil diamankan.

"Motifnya emosi. Tapi kalau kita pelajari, tersangka ingin menguasai harta korban karena korban bekerja mempunyai uang culup banyak, sehingga hal ini di rencanakan," katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 340 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon