Ini Kata Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Binjai Terkait Pembakaran Bendera Tauhid



Ketua PC NU kota Binjai Asmuri Hafiz

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Aksi Damai Binjai Bela Tauhid akan di gelar di Kota Binjai, Jumat (26/10) tepatnya Usai Ba'da Sholat Jumat. Rencananya, aksi Damai Binjai Bela Tauhid ini akan di lakukan dengan cara Long March dari Mesjid Agung Binjai menuju Polres Binjai.

Aksi ini dilakukan karena ulah Oknum anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, yang membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan dan kecaman mengalir tertuju kepada Banser.

Protes keras pun muncul di media sosial. Bahkan ada petisi yang mendukung pembubaran Banser. Warganet yang memulai petisi ini menyayangkan kelakuan oknum Banser di tengah fokus penanganan gempa Lombok, NTB dan Sulawesi Tengah.

Tidak hanya itu, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kota Binjai, Asmuri Hafiz, juga angkat bicara terkait pembakaran Bendera Tauhid yang di lakukan Oknum Banser di Limbangan, Kabupaten Garut, usai Peringatan Hari Santri ke-3.

"Atas nama PC NU Kota Binjai, kami sangat menyayangkan insiden pembakaran bendera Tauhid yang dilakukan oleh oknum Banser di Garut, apalagi bersamaan dan setelah diperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018 yg lalu," ucap Asmuri Hafiz, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (24/10) pagi.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengatakan bahwa pembakaran Bendera itu adalah bentuk kebencian terhadap Umat Muslim.

"Pembakaran itu merupakan bentuk kebencian terhadap bendera tauhid tersebut, ini jelas menodai agama dan melukai ummat Islam, tapi kalau seumpamanya ada sepotongan lembaran Al quran yang tercecer dipungut dan dibakar dengan niat supaya tidak diinjak injak atau terpijak oleh manusia, itu boleh," tegasnya.

"Sekali lagi saya katakan dengan catatan kalau tercecer dan berserak potongan potongan lembaran Alqur'an, sama juga dengan kalimat Tauhid yang kita pungut dijalan, baik tertulis di kertas atau di kain, khawatir terpijak oleh manusia itu boleh, tanpa ada niat sedikitpun untuk menghinakan atau merendahkan Alqur'an atau kalimat Tauhid tersebut demi menjaga kesuciannya. Wallahu a'lam," tutup Asmuri Hafiz. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments