Gas Melon Langka Di Binjai. Siapa Yang Bertanggung Jawab??



Foto ilustrasi Net

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Gas melon atau Gas 3 Kg sampai saat ini masih sulit didapat. Sementara, kouta gas untuk masyarakat miskin di Kota Binjai itu disebutkan tidak berkurang.

Kasubag Bina Produksi Pemko Binjai, Hesty, ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Binjai, Selasa (16/10) mengatakan, kouta gas yang terjual untuk tahun 2017 sebanyak 2.504.840 tabung.

"Tahun ini jumlah gas yang terjual sebanyak 1.916.320 tabung per September," ungkap Hesty.

Melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut Hesty, jumlah warga miskin di Kota Binjai hanya 9000-an orang.

"Sebenarnya jumlah kouta gas sudah membludak dibanding dengan jumlah warga miskin yang ada," bebernya.

Hesty juga menjelaskan, persoalan gas 3 Kg berada pada pengecer yang sampai saat ini berjalan tak karuan.

"Sebenarnya pengecer tidak dibenarkan. Dalam RDP tadi juga sudah ditegaskan, jika masih didapati pangkalan yang mengutamakan pengecer, maka bisa diberikan sanksi tegas," ucapnya.

Untuk kouta gas 3 Kg yang disalurkan ke Kota Binjai, Hesty mengakui berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Lingkungan.

"Masalah data ini sebenarnya harus dihitung ulang. Makanya nanti ada pertemuan lanjutan dengan pihak pertamina. Persoalan gas 3 Kg berbeda dengan raskin. Kalau raskin sudah ditetapkan datanya dari Pemerintah pusat, kalau gas 3 Kg tidak," tegasnya.

Ketika disampaikan Pemko Binjai harus membuat solusi agar penyaluran Gas dari pangkalan ke masyarakat tepat sasaran. Misalnya membuat pengecer yang dihunjuk per lingkungan yang diawasi langsung oleh lurah, camat, maupun Kepling, sehingga tidak terjadi kesemrautan seperti saat ini.

Menyikapi hal itu, Hesty menegaskan hal itu tidak dapat dilakukan.

"Sebenarnya dalam aturan, pengecer tidak dibenarkan. Tapi memang saat ini pengecer tampak dimana-mana. Inilah yang akan kita tertibkan," imbuhnya.

Pada RDP yang berlangsung, juga dibahas soal Bright Gas 5,5 Kg. Dimana gas non subsidi tersebut tidak dijual oleh semua pangkalan yang ada.

"Meski Bright Gas itu non subsidi, tapi saya mau ada dijual disetiap pangkalan dan harganya tetap dijaga, jangan sampai melambung tinggi. Kami juga heran, Gas 3 Kg membludak tapi sulit didapat, ini harus cepat disikapi. Bila perlu buat operasi pasar agar kesulitan itu dapat diatasi," ujar anggota Komisi C, Maruli Malau. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments