Dugaan Murid Fiktif Di Yaspen Karya Kartini, Kadis Pendidikan Langkat Berjanji Akan Segera Turunkan Tim



Kadis Pendidikan Langkat Syaiful Abdi

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Langkat, Syaiful Abdi, berjanji akan segera menindaklanjuti dugaan Murid Fiktif di Yayasan Pendidikan Karya Kartini, yang beralamat di Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Syaiful Abdi, saat di konfirnasi awak media, Rabu (10/10) siang.

"Besok segera kita turunkan Tim, untuk langsung melakukan pengecekan langsung ke Sekolah tersebut," ucap Syaiful Abdi.

Nantinya, sambung Syaiful Abdi, Tim akan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Dikdas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Diberitakan sebelumnya, Murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yayasan Pendidikan (Yaspen) Karya Kartini di Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, diduga fiktif.

Informasi yang diperoleh, Sabtu (6/9), Yaspen Karya Kartini milik Siti Tahani itu sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu. Dari Yayasan tersebut, terdapat beberapa tingkat pendidikan, mulai dari PAUD, RA, TK, TPQ, dan SMP.

Disebut-sebut, pemilik Yayasan memanfaatkan murid TK untuk memanipulasi data PAUD KB Karya Kartini dan PAUD TPQ yang dibinanya. Bahkan, saat ini izin PAUD KB Karya Kartini dikabarkan diperpanjang pada Agustus 2018 lalu dan PAUD TPQ dikabarkan diperpanjang pada Mei 2018 lalu.

Menindaklanjuti informasi ini, awak media menemui Siti Tahani di kediamannya yang berada persis di Lingkungan Yayasan yang dibinanya tersebut. Namun, anak wanita Siti Tahani mengakui kalau ibunya sedang sakit, Sabtu (6/9).

Tak lama berselang, seorang pria mengaku menantunya yang bernama Deni, keluar dari dalam rumah. Dengan raut wajah yang tegang, pemuda itu mempertanyakan maksud kedatangan awak media.

Setelah dijelaskan prihal informasi awal yang diterima, Deni yang juga menantu Siti Tahani mengakui, kalau TK di Yayasan tersebut sudah tidak aktif.

"TK memang sudah tidak ada. Sekarang kami ganti menjadi RA," ucapnya.

Disinggung soal PAUD, Deni yang juga mengaku operator pada Yayasan tersebut mengakui belum ada PAUD di Yayasan itu.

"Kalau PAUD belum ada. Izin PAUD yang mana ini yamg dimaksud?," ucap Deni sambil bertanya.

Setelah ditunjukkan berkas izin PAUD milik Yayasan mertuanya, Deni langsung mengakui bahwa izin PAUD itu baru diurus.

"Oh, yang ini. Kalau ini iya, baru kami urus. Ini bukan perpanjangan, tapi memang baru kami urus," sebutnya.

Namun Deni tidak dapat menyebutkan secara pasti berapa jumlah murid PAUD yang dibinanya.

"Datanya belum kami rekap," kata Deni dan mengakui jumlah guru PAUD sebanyak 4 orang.

Seperti diketahui, berdasarkan peraturan tentang izin operasional PAUD, disebutkan jumlah murid minimal 20 orang. Namun, meski sudah mengantongi izin, tetapi pihak Yaspen Karya Kartini belum dapat menyebutkan berapa jumlah muridnya.

Sementara, untuk setiap PAUD saat ini Pemerintah mengucurkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sekitar Rp 600 ribu per murid. Sehingga diduga adanya manipulasi data siswa untuk mengambil keuntungan pribadi.

Menyikapi hal ini, Deni menegaskan kalau pihaknya hanya membantu masyarakat.

"Gak ada untungnya usaha pendidikan ini. Dana bantuan Pemerintah itu gak cukup, kami mengeluarkan gaji guru saja sudah berapa. Belum lagi fasilitas sekolah. Yayasan ini kami bangun hanya untuk bantu masyarakat," imbuhnya, seraya mengatakan bahwa Fasilitas Internet juga belum terpasang. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon