Dinas Pariwisata Langkat Sikapi Langkanya Pengerajin Songket

Photo ilustrasi. (int) 


Stabat - Metrolangkat.com

Minim pengerajin merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi pengusaha tenun songket di Langkat.

Tak dipungkiri bahwa pengerajin tenun songket di Langkat hanya tersisa tiga orang pengerajin saja, sedangan pesanan dari berbagai kalangan baik yang ada di Langkat sendiri maupun diluar daerah terus bertambah dan mengalir.

Namun sungguh disayangkan peluang yang cukup luar biasa ini tak mampu ditangkap pihak Pemkab Langkat, disebabkan pengerajin tenun songket khas melayu Langkat ini tak mampu mengerjakan pesanan yang begitu banyak.

Dukungan fasilitas pelatihan pernah diselenggarakan di jaman Syamsul Arifin menjabat sebagai Bupati Langkat dan kini Pemkab Langkat seolah berpangku tangan mengharapkan uluran tangan pihak Pemprovsu tanpa ada upaya yang serius dan nyata untuk mengembangkan tenun songket khas Langkat ini.

Bak gayung bersambut, dinas Pariwisata Pemkab Langkat menyambut positif atas pemberitaan persoalan minimnya pengerajin, tenun Langkat yang nyaris punah dalam pemberitaan di media massa cetak harian Metro Langkat Binjai edisi Rabu (31/10).

"Ya tentunya ini harus dilestarikan. Harapan kita bagaimana supaya tenun songket Langkat dapat dikenal oleh masyarakat luas. Tapi itu semua, harus ada peran kita dari Pemerintah", ujar Kadis Pariwisata Nur Elly Heriani Rambe,MM kepada Metro Langkat, Rabu (31/10)

Tentunya akar permasalahannya masih kurangnya pengrajin tenun yang profesional. Dan kurangnya peralatan untuk tenun. Itu semua kembali ke anggaran.

Oleh karena itu, kita dari Pariwisata akan coba untuk mengajukan anggaran untuk pelestarian tenun songket Langkat ini", ungkapnya mengakhiri. (Gus)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments