logo

Dampak Buruk Galian C, Resahkan Warga Gebang Dan Pengguna Jalan




Air bercampur lumpur meluber dari parit hingga kepermukaan jalan

Gebang-Metrolangkatbinjai.com


Terkait maraknya pengerukan tanah galian C di sekitar Jalinsum Medan-Banda Aceh di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, membuat warga yang tinggal disekitar lokasi khusus warga Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi resah.

Pasalnya, dari aktifitas pengerukan galian C ini menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat sekitar, hal ini diungkap oleh beberapa warga yang ditemui Metro Langkat Kamis (11/10) pagi, disekitar lokasi galian C, dimana tanah bekas galian escavator (becko) akan menjadi lumpur disaat musim penghujan, dan terbawa air hingga masuk kerumah/kepemukiman warga sekitar.


"Kita selalu was-was disaat hujan seperti ini, karena lumpur tanah kuning dari galian C yang ada di atas bukit sana akan terbawa air hingga masuk kedalam rumah, bahkan disaat hujan lebat lumpur yang terbawa air setinggi 3 cm didalam rumah," ucap Syarifuddin (63) warga Lingkungan VI Kelurahan Pekan Gebang, kepada wartawan.


Dirinya juga menambahkan, aktifitas galian C ini sangat mengganggu dan meresahkan warga, dimana tanah bekas galian C yang diangkut menggunakan truck setiap harinya akan meninggalkan bekas di jalanan, dimana jalan ini merupakan Jalan Lintas Sumatera dari Medan ke Aceh.

"Tentunya akan menimbulkan abu disaat musim panas dan akan menjadi licin disaat musim penghujan, tak jarang para pengendara roda dua sering terjatuh saat melindas tumpukan tanah bekas galian C yang tertinggal di jalan ini," ucapnya diamini warga lainnya.



Selain itu, dampak buruk dari Galian C menyebabkan permukaan parit yang ada menjadi dangkal dengan endapan lumpur, sehingga disaat musim penghujan, parit yang ada tidak dapat menampung debit air, hal ini membuat air bercampur lumpur meluber dan menggenangi permukaan jalan sehingga mengganggu para pengguna jalan,  bahkan masuk kepemukiman warga.

Dari pantauan Metro Langkat disekitar Kecamatan Gebang, ada beberapa titik yang dijadikan lokasi galian C, dimana lokasinya berada tepat disebalah Jalinsum Medan-Banda Aceh, namun saat akan di konfirmasi disalah satu lokasi galian C, Minggu (11/10) pagi, tidak ada satupun yang dapat ditemui, hanya terlihat beberapa alat berat (escavator/becko) yang terletak diatas bukit tanpa aktifas.

"Keluhan warga ini sudah sering kita sampaikan kepada pihak Kepling, Kelurahan maupun Camat Gebang, namun sampai saat ini tidak ada tindakan yang di ambil guna mengatasi masalah ini, bahkan pihak pengusaha galian C inipun tidak memperdulikan keadaan dan kerusakan lingkungan disekitar.


Untuk itu, kita warga disini meminta sikap tegas Pemkab Langkat dan Kadis Tamben serta Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menyikapi hal ini, dan menertibkan galian C yang ada, karena dianggap merusak lingkungan dan ekosistem sekitar, bahkan kita yakini ada beberapa galian C yang masa izinnya sudah mati sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini masih bebas beroperasi," ucap warga, sembari berharap agar Pemkab Langkat mengambil tindakan tegas atas aktifitas galian C ini. (Bud)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.