Cerita Pilu Hidrus Lubis, Warga Binjai Yang Tertimpa Musibah Gempa Di Palu



Foto ilustrasi Net

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Ribuan korban meninggal dunia akibat Gempa dan Tsunami di Palu dan Dongga, Provinsi Sulawesi Tengah, yang terjadi pada hari Jumat, 28 September 2018 lalu. Bahkan beberapa daerah juga sempat terisolasi.

Ucapan duka cita pun hingga kini terus mengalir buat warga Palu dan Donggala. Bagi mereka yang selamat dari kedahsyatan Gempa dan Tsunami, kini menjadi saksi betapa mengerikan saat ombak setinggi hampir 3 meter menerjang Palu dan sekitarnya.

Tak hanya sapuan gelombang laut, bumi tempat kita berpijak pun ikut berguncang hebat. Tanah bergerak dan mencair dengan cepat.

Walau banyak yang meninggal dunia, namun masih juga ada korban yang selamat dari terjangan Tsunami dan Gempa di Palu dan Donggala.

Salah satunya adalah Hidrus Lubis (61) warga Jalan Melinjau, Lingkungan II Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara. Bersama sang istri yang bernama Siti Rahmah (48), Hidrus yang merupakan asli Warga Binjai, sudah sejak Bulan Februari 2016 mencari rejeki di Kota Palu.

Saat ditemui di kediaman keluarganya di Kota Binjai, Hidrus menceritakan kejadian yang terjadi di Palu, saat Gempa meluluhlantakkan daerah tersebut.

"Sebelum terjadi Gempa, saya beserta keluarga sedang berada dirumah untuk mempersiapkan makanan dan perlengkapan yang setiap hari dilakukan untuk dijual di Pantai Talise (Anjungan Nusantara Palu). Usai mempersiapkan dan bergegas untuk berangkat ke Pantai, saat itu juga terjadi sebuah Gempa yang cukup besar. Saya berpikir bahwa sudah terjadi akhir zaman (kiamat)," beber Hidrus Lubis, Rabu (17/10), seraya mengatakan dirinya secara spontan berteriak dan lari keluar rumah untuk mencari lokasi aman.

Hidrus Lubis juga mengatakan, dirinya bersyukur karena lokasi rumahnya hanya terdampak Gempa saja.

"Usai Gempa, kami berjuang untuk bertahan hidup sampai kita mendapatkan bantuan dari Pemerintah setempat," ungkapnya.

Bersyukur, pada tanggal 3 Oktober 2018, Hidrus Lubis beserta keluarga diberangkatkan oleh Pemerintah setempat dari Palu menuju Balikpapan, untuk menempati tenda pengungsian. Lima hari berselang setelah dirinya beserta keluarga berada ditempat pengungsian, akhirnya mereka di berangkatkan ke Kampung halaman masing masing.

Kini, Hidrus Lubis beserta sang istri sudah berada diKota Binjai, yang merupakan Kota Kelahirannya dalam keadaan selamat. Begitupun, dirinya terus berdoa agar tidak ada lagi bencana besar yang merenggut korban jiwa seperti yang terjadi di Palu.

"Mohon doa untuk istri saya yang saat ini diOpname di Rumah Sakit Kesrem Binjai, karena mengalami luka ringan dan trauma dalam kejadian bencana tersebut," harapnya.

Kini, Hidrus Lubis akan memulai lembaran baru lagi di Kota Kelahirannya. Walau saat ini dirinya menumpang dirumah keluarganya, namun dirinya bersyukur telah selamat dari Gempa tersebut.

"Alhamdulillah saya selamat. Saya hanya mengalami luka lecet dan trauma atas kejadian itu," ungkap Hidrus Lubis, usai menerima bantuan dari BPBD Kota Binjai. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments