Pegiat Literasi : Abdul Halim Lecehkan Kegiatan Literasi



Kelas Literasi yang dibuka oleh Formalla

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Salah seorang Dosen yang mengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Jam'iyah Mahmudiyah (STAI-JM) Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Aulia Rahman, merasa kecewa dengan rekan satu Profesinya  yang sudah lama mengajar di Kampus tersebut (Dosen Senior).

Kekecewaan itu diungkapkan Aulia Rahman, sebab menurutnya Dosen Senior di STAI-JM Tanjung Pura yang bernama Abdul Halim, mengatakan kepada dirinya dan beberapa Mahasiswa bahwa acara Kelas Literasi yang digelar pada hari Minggu (14/10) adalah "ilegal".

Padahal, menurut Aulia Rahman, sehari sebelum kegiatan digelar, tepatnya Sabtu (13/10), dirinya sudah melayangkan surat ke kampus dan Ketua Yayasan, yang akhirnya disetujui acara Kelas Literasi di gelar di STAI-JM Tanjung Pura.

Tidak hanya itu, kekecewaan Aulia Rahman kepada Abdul Halim, karena dianggap menegur dan memarahi mereka pada saat acara sedang digelar. Padahal, para peserta Kelas Literasi yang Notabene adalah Mahasiswa STAI-JM.

"Apa itu literasi ? Gak tau saya. Ilegal itu gak ada izin," ucap Aulia Rahman menirukan perkataan Abdul Halim.

Menurut Aulia Rahman, Kelas Literasi yang dibuka oleh Forum Masyarakat Literasi Langkat (Formalla) Kabupaten Langkat dan Senat STAI-JM Tanjung Pura, sudah langsung disetujui oleh Ketua Yayasan STAI-JM.

"Pada hari Sabtu (13/9) saya langsung mendatangi Ketua Yayasan, dan dia setuju. Ketua Yayasan akhirnya menyuruh mengantarkan Surat yang saya bawa untuk diberikan ke Ketua Rektor, dan di Disposisi oleh Pak Abdul Halim," beber Aulia Rahman, saat dikonfirmasi awak media, Senin (15/10), seraya menyayangkan sikap Abdul Halim selaku Dosen Senior di STAI-JM Tanjung Pura.

Lebih lanjut dikatakan Aulia Rahman, atas kejadian yang memalukan tersebut, dirinya siap melakukan perlawanan atas kezholiman yang sudah menimpa dirinya.

"Saya kecewa. Dalam hal ini saya tidak salahkan Lembaganya, tapi saya salahkan Personalnya yang Arogan," ucapnya.

"Pelecehan dia terhadap kegiatan Literasi merupakan hinaan terhadap penggerak Literasi se-Kabupaten Langkat, yang mana pada tahun 2019, Kabupaten Langkat akan menjadi Kabupaten Literasi," sambung Aulia Rahman, seraya mengatakan Acara kelas Literasi ini digagas oleh komunitas Rumah Literasi Langkat Berpikir.

Atas perlakuan Dosen Senior tersebut yang dianggap telah memalukan dirinya, Aulia Rahman meminta Abdul Halim untuk melakukan Klarifikasi dan permohonan Maaf atas ucapannya itu dan diterbitkan di Media Massa (Koran/Online).

"Saya siap menjalani proses hukum jika saya terbukti bersalah. Semua saya lakukan demi kebaikan dan sudah mendapat izin," tutup Aulia Rahman. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments