APK Yang Terpasang Di Angkutan Umum Akan Ditertibkan



Foto ilustrasi Net

Metrolangkatbinjai.com

Bagi Peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, untuk melakukan kampanye yang memakai media alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye lainnya, agar jangan sembarangan memasang di tempat yang dilarang.

Pelarangan tersebut misalnya diletakkan di pohon, taman kota, tempat ibadah, rumah sakit dan bangunan pemerintah serta Sekolah.

Di Ibukota Jakarta, Alat Peraga Kampanye (APK) yang banyak dipasang pada angkutan umum di DKI Jakarta akan ditertibkan. Penertiban dilakukan personel Dinas Perhubungan DKI.

Dilansir dari RMOL.Co, salah satu APK yang dimaksud yakni pemasangan stiker calon legislatif (Caleg) yang sering ditemukan tertempel pada body, jendela, bahkan kaca belakang angkutan umum.

Alasan Dishub melakukan penertiban karena penyelenggara Pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum merilis jadwal kampanye untuk Caleg.

Plt Kadishub DKI, Sigit Widjatmoko mengatakan, apabila pihaknya mendapati ada angkutan yang nekat memasang APK, maka akan ditindak dengan mencopot APK tersebut secara paksa.

"Ditindak. Tapi ditindaknya bukan pada angkutan umumnya. Kita sekarang memastikan APK itu untuk segera dicopot," ujar Sigit di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Sigit menjelaskan pihaknya tidak bisa memberi sanksi kepada supir angkot yang ketahuan kendaraannya dipasang APK tersebut. Alasannya, karena bisa saja APK itu dipasang pihak lain tanpa diketahui pengelola angkot.

"Loh kitakan enggak tahu siapa yang pasang," tambahnya.

Ditambahkan, pencopotan APK disertai dengan pemeriksaan dokomuen berupa kepemilikan KIR, dan juga pemeriksaan terhadap masa berlaku dari SIM pengemudi serta STNK kendaraan.

"Untuk angkotnya kita bicara dokumen perjalanan, dia punya KIR, SIM dan STNK-nya hidup. Kalau APK ya kita copot atributnya langsung," tutupnya. (red/RMOL)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments