Tragis, Guru Agama Yang Taat Ini Dibunuh Istrinya Sendiri, Kenapa..?

M Yusuf semasa hidupnya bersama sangvistri. (ist) 

STABAT – Metrolangkat.com

Suasana haru masih menyelimuti lingkungan SD Negeri 050661 yang berlokasi di Jln.Proklamasi, Kel.Kwala Bingei, Kec.Stabat, Kab.Langkat.

Pasalnya, Muhammad Yusuf (33), salah seorang guru PNS yang selama ini mengajar sebagai guru agama di SD Percontohan itu, dikabarkan telah meninggal dunia.

Iroisnya, pihak sekolah mendapat  kabar meninggalnya guru yang dikenal sangat sopan, rajin, ramah dan selalu tepat waktu, meregang nyawa dengan tragis.

Ya, jenazah M.Yusuf, guru agama teladan di sekolah itu, ditemukan oleh saksi Salomo S Pelawi (44) dan Gendon S (35) keduanya warga Desa Sibolangit, dengan kondisi yang memilukan di kawasan Perladangan Buah Asam, di belakang pondok-pondok persinggahan di Jln.Jamin Ginting, Dusun I, Desa Sibolangit, Kec.Sibolangit, Kab.Deli Sedang, Jum’at (14/9), sekitar pukul 06.30 WIB

Informasi yang diterima METRO LANGKAT menyebutkan, penemuan jenazah korban usai petugas mendapat laporan dari Kepala Desa Sibolangit, bahwa warganya telah menemuan sesosok mayat laki-laki yang diperkirakan berusia 45 tahun di Jln.Jamin Ginting, persisnya di Perladangan Asam di belakang gubuk-gubuk yang selama ini digunakan untuk tempat persinggahan.

Mendapat laporan itu, petugas kepolisian dari Polsek Sibolangit langsung menghubungi Mapolrestabes Medan, langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan sementara di TKP, petugas dan warga setempat menemukan sesosok mayat laki-laki berkemeja warna putih lengan panjang, selana keper warna biru, menggunakan kaus kakiwarna biru dongker, menggunakan kaus dalam warna abu-abu merk Nike di semak-semak,yang diperkirakan korban pembunuhan.

Petugas Kepolisian yang datang bersama Tim INAFIS Polrestabes Medan, langsung melakukan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan tanda-tanda kekerasan. Siantaranya, di leher korban ditemukian luka memar dan mata sebelah kanan terdapat luka lebam dan dari hidung korban mengeluarkan darah.

Usai olah TKP, sekitar pukul 11.30 WIB, petugas dan Tim INAFIS membawa jenazah korban yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya itu selesai dievakuasi , semua barang barang bukti yang ditemukan beserta jenazah korban dibawa ke RSU Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

Petugas Polrestabes yang dibantu jajaran Polda Sumatera Utara awalnya sempat kebingungan mengungkap identitas korban dan pelaku pembunuhan yang diperkirakan lebih dari satu orang itu, begitu tega menghabisi guru agama ini.

Namun, sebagaimana keterangan yang diperoleh METRO LANGKAT, identitas korban pertama kali diketahui usai salah seorang petugas kepolisian di jajaran Polrestabes, mengenali korban.

Kemudian, petugas tersebut menghubungi pihak keluarga korban di Stabat, Kab.Langkat dan menanyakan keberadaan korban.

Setelah pihak keluarga mendapat kabar dari istri korban, Kori, bahwa suaminya, M.Yusuf, sudah sehari semalam tidak pulang ke rumah, akhirnya keluarga yang merupakan kakak kandung korban memberitahukan bahwa, Polisi menemukan jenazah yang ciri-cirinya seperti suaminya yang saat ini berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Saat itu juga, keluarga dan istri korban datang ke RSU Bhayangkara, untuk memastikan siapa sebenarnya jenazah pria yang tewas tersebut.

Ternyata benar, bahwa jenazah korban yang ditemukan di kawasan Desa Sibolangit tersebut beranama M.Yusuf, yang selama ini berprofesi sebagai PNS guru agama Islam di SDN  050661 Stabat.

Setelah mengurus administrasi dan sekaligus membuat laporan terjadinya pembunuhan korban ke Polrestabes, jenazah M.Yusuf kemudian dibawa ke rumah keluarga korban di Kelambir 5, Kab.Deli Serdang.

Setelah jenazah di semayamkan di rumah duka, pihak keluarga menghubungi sekolah dimana almarhum M.Yusuf menjadi tenaga pendidik dan mengabarkan tentang meninggalnya M.Yusuf.

“Sebelum ada informasi meninggalnya M.Yusuf, kami semua merasa heran kenapa sudah bebrapa hari, guru agama yang dikenal rajin itu tidak masuk mengajar sepeti biasa dan tidak ada pemberitahuan. Kemudian ada kakak korban yang menghubungi pihak sekolah dan mengabarkan kalau M.Yusuf tidak bisa lagi mengajar seperti biasa, karena sudah meninggal,” ujar salah seorang kerabat korban di SD tersebut, kepada METRO LANGKAT, Selasa (18/9).

Mendengar informasi meninggalnya guru agama M.Yusuf, yang jenazahnya ditemukan di Desa Sibolangit, pada Jum’at (14/9) membuat Kepala Sekolah, guru-guru dan siswa di salah satu SD Percontohan itu jadi heboh dan seperti tidak percaya.

Nah,  dari situlah awal kasus pembunuhan keji ini mulai terkuak.

Ternyata, salah seorang guru di SD tersebut, melihat istri korban, Kori, pada Kamis (13/9) datang ke sekolah dengan mengendarai mobil untuk menjemput suaminya, M.Yusuf (korban).

Saat itu, istri korban sempat bertegur sapa  dengan guru yang minta nama dan identitasnya tidak disebutkan dalam pemberitaan itu, kalau mereka hendak jalan-jalan ke Berastagi.

“Nah, sejak saat itulah, M.Yusuf, tidak pernah lagi datang masuk untuk mengajar seperti biasanya. Kami semua bertanya-tanya mengapa guru agama yang dikenal sangat baik dan taat beribadah itu tidak hadir. Tapi, tolong guru yang melihat kehadiran istri korban itu dirahasiakan ya Bang,” ujar rekan korban itu dengan sedih.

Menurutnya, guru yang melihat kedatangan istri korban menjemput suaminya itu, sudah memenuhi panggilan penyidik di Mapolrestabes Medan, untuk memberikan ketrangan.

“Lebih bagus nanti tanya aja sama guru yang bersangkutan, Bang. Karena dia yang lebih tau karena sudah dimintai keterangan sama polisi,” ujarnya ketakutan.

Dari hasil keterangan saksi guru tersebut, petugas kemudian menjemput Kori, yang notabene merupakan istri sah korban yang diketahui menjemput suaminya ke sekolah sehari sebelum jenazah korban ditemukan.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan penyidik, akhirnya istri korban mengakui jika dirinyalah yang melakukan pembunuhan bersama seorang pria rekannya, yang saat ini masih berstatus DPO.

Tidak ada yang menyangka sama sekali, jika Kori, yang baru melangsungkan resepsi pernikahannya dengan korban M.Yusuf ini, tega menghabisi nyawa suaminya.

Bahkan, pelaku terlalu pintar bersikap pura-pura seolah dirinya sangat berduka kehilangan suaminya.

Sejauh ini, belum diketahui motis pelaku sebenarnya, mengapa dirinya tega menghabisi suaminya yang dikenal taat beribadah tersebut dengan keji bersama teman prianya.

Para guru di SDN 050661 di Jln.Proklamasi, Kelurahan Kawala Bingei Stabat dan keluarga korban meminta agar aparat kepoisian bisa mengungkap motif pembunhan tersebut secara transfaran. Serta dapat menangkap pria rekan pelaku Kori yang disebut-sebut berdomisili di sekitar Pasar 5, Kelurahan Kwala Bingei, Stabat itu.(Rud)
  
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments