Tidak Mengajar Sejak 2010, Oknum Guru Tetap Terima Gaji




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai telah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan dalam perkara dugaan penyalahgunaan yang dilakukan pejabat penting di tubuh Dinas Pendidikan dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Disdik Binjai Utara serta melibatkan oknum guru, Demseria Simbolon (DS) yang berdinas sebagai guru di Sekolah Dasar Negeri 027144.

Meski demikian, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Diduga dalam perkara ini, ‎Disdik Kota Binjai dan UPT Disdik Binjai Utara lalai.

Disebut demikian, karena Bendahara UPT Disdik Binjai Utara dan Disdik Kota Binjai terus mencairkan gaji DS selama yang bersangkutan bolos ngajar.

Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar mengataka‎n, perkara ini diselidiki penyidik bermula dari laporan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kota Binjai.

Dalam laporan itu, kata Victor, oknum guru tersebut tidak mengajar sejak Desember 2010. Namun yang bersangkutan tetap menerima gaji. Total kerugian negara sekitar Rp 423 juta.

Uniknya lagi, DS yang mencairkan dana karena meninggal dunia melalui PT Taspen Cabang Medan Persero, berhasil. DS mencairkan dana dari PT Taspen itu melalui pengajuan dari suaminya bermarga Sagala.

"Surat kematian kepada Taspen diyakini dan dicairkan Rp 60 juta. Taspen mengeluarkan uang Rp 60 juta itu, padahal DS belum meninggal dunia," ujar Victor.

Menurut Victor, tidak menutup kemungkinan kerugian Negara membengkak lebih dari Rp 423 juta. Meski perkara sudah berstatus penyidikan, penyidik Pidsus Kejari Binjai belum ada mene‎tapkan tersangka.

 Lebih lanjut dikatakan Victor, penetapan tersangka bakal ditetapkan dalam waktu dekat ini sembari menunggu penyidikan umum selesai.

"Sesuai Putusan MK (Mahkamah Konstitusi), penetapan tersangka harus dilalui penyidikan umum dulu," ujar dia.

"Dalam bulan ini, tidak lama lagi akan ditetapkan tersangkanya. Penyidik dapat laporan pengaduan dari masyarakat yang dipimpin Topan RI, Arif Budi Simatupang pada 4 bulan yang lalu," sambung mantan Kajari Kualatungkal ini.

Laporan Topan RI itu masuk ke Seksi Intelijen Kejari Binjai.

"Penyelidikan di Intel kemudian naik ke Pidsus dan naik ke penyidikan umum di Pidsus," ujar mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Dalam proses penyelidikannya, kata Victor, penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak terkait. Dari Pemko Binjai seperti Plt Kadisdik Kota Binjai Indriyani, Kepala UPT Disdik Binjai Utara Hj Emi Sutrisnawaty, Bendahara UPT Irwan Khotib Harahap hingga pihak PT Taspen Cabang Medan Persero.

"‎Surat kematian yang bersangkutan dikeluarkan April 2014. Senin sampai kamis mendatang akan dipanggil secara maraton semua," timpal Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon