logo

Tanah Pengerukan Eks HGU PTPN 2 di Angkut Truk Colt Diesel




Alat berat Pemko Binjai saat mengeruk lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang dan langsung diangkut ke truk

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai secara mengejutkan mengeruk tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, persisnya di Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur.

Pengerukan tersebut sontak menjadi gunjingan di kalangan masyarakat, khususnya petani penggarap yang tinggal di sekitar lokasi pengerukan. Pasalnya, tanpa dasar yang jelas, pihak Kejari terkesan menguasai lahan yang masih berstatus aset negara itu dengan mendirikan plang.

Ironisnya, tanah kerukan tersebut diduga dijual oleh oknum tertentu. Sebab, setiap tanah yang dikeruk menggunakan alat berat langsung diangkut menggunakan truk. Menindak lanjuti hal ini, rekan Media menemui Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Binjai, Erwin.Nasution SH, di ruang kerjanya, Selasa (18/9).

Berdasarkan pengakuan Kasi Intel, Erwin, lahan yang dimaksud memang sudah dimohonkan ke Pemko Binjai sekitar 33 hektar untuk pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa dan Gedung Pelatihan Kejaksaan.

"Surat permohonan pertama dilayangkan Kejari ke Walikota Binjai pada 25 Februari 2018. Kemudian disusul surat pinjam pakai lahan pada 4 April 2018," ujar Erwin.

Berdasarkan kedua surat itu, lanjut Erwin, Walikota melayangkan surat pada 17 April 2018 kepada Dirut PTPN 2 di Tanjungmorawa.

"Isi surat Walikota mendukung permohonan yang diajukan kejari," bebernya.

Setelah PTPN 2 menerima surat Walikota, sambung Erwin, maka PTPN 2 melakukan peninjauan lahan bersama pihak kejari.

"Setelah turun ke lapangan, PTPN 2 membalas surat Walikota pada 20 April, dan dalam surat itu pihak PTPN 2 mendukung usulan kejari," urainya.
 
Masih kata Erwin, setelah mendapat surat dari PTPN 2, pada 24 April Walikota Binjai menyurati Gubsu untuk memberitahukan permohonan kejari.

"Pada 9 Juli Gubsu melayangkan surat ke Walikota untuk memohon penjelasan terkait lahan yang dimohonkan kejari. Apakah ada tumpang tindih dengan PT Durahman atau tidak," pungkasnya.

Surat Gubsu, sambung Erwin, dibalas Walikota Binjai pada 6 Agustus.

"Pada surat itu, Walikota membenarkan bahwa PT Durahman Indah Lestari pernah menggunggat Pemko terkait lahan eks HGU seluas 600 hektar. Namun lahan tersebut tidak diketahui posisinya. Walikota juga menerangkan lahan yang dimohonkan kejari termasuk kawasan pengembangan pemerintahan berdasarkan RTRW," terang Erwin.

Disoal ijin yang dipegang kejari untuk mengeruk areal, Erwin tidak dapat menjawab.

"Memang ijinnya belum ada saya lihat. Mungkin ada sama Kajari. Urusan ini nanti kita koordinasikan dengan Kajari," ucapnya.

Terkait tanah yang dikeruk dan diangkut menggunakan truk dan terindikasi dijual, Erwin mengaku tidak tahu menahu hal tersebut.

"Kalau pengerukan memang ada untuk menentukan tapal batas lahan yang kami mohonkan," cetusnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kanari) Binjai, Victor, saat dikonfirmasi via selulernya juga membenarkan pengerukan tersebut.

"Alat beratnya dari Pemko Binjai. Pengerukan untuk tapal batas lahan yang kami mohonkan. Persoalan tanah kerukan itu dijual, saya tidak tahu," kata Victor.

Dalam penjelasan kasi intel erwin kepada rekan pers bahwa lahan ex HGU PTPN 2 di kecamatan Binjai Timur, seakan-akan lahan itu milik Pemko Binjai, sementara lahan yang di pakai selama ini untuk bangunan MTQ itu masih lahan Pinjam pakai. (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.