Tak Kunjung Menemukan Titik Temu, Puluhan Warga Desa Telagah Secara Spontanitas Lakukan Aksi Demo



Puluhan Warga Desa Telagah menggelar aksi di perbatasan TNGL

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Ruas Jalan yang menghubungkan Kabupaten Tanah Karo dengan Kabupaten Langkat, kini menjadi Polemik. Pasalnya, Warga Desa Telagah, Kabupaten Langkat, yang ingin menikmati sarana jalan penghubung antar Dua Kabupaten ini, harus bersabar diri terlebih dahulu, karena Pihak TNGL Sumatera Utara belum mengijinkan untuk mengerjakan Proyek bernilai Belasan Miliar Rupiah tersebut.

Kekesalan Warga sekitar di tunjukkan dengan menggelar aksi secara Spontanitas. Bahkan, Alat berat (Excavator) milik Kontraktor yang berada di lokasi, tidak di perbolehkan untuk di bawa kembali.

"Kami tidak ingin alat berat ini kembali. Kami ingin alat berat ini kembali bekerja. Kenapa Polisi Kehutanan melarang pengerjaan ini, padahal ini untuk kemakmuran masyarakat," ucap salah seorang pendemo yang mengaku bernama Salomon Pandia, saat menggelar aksi Spontan di perbatasan Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah dengan Kawasan TNGL, Jumat (7/9).

Menurut para Warga, jalan yang menghubungkan Dua Kabupaten tersebut sepanjang kurang lebih 5 Kilometer. Bahkan, menurut Warga, jalan tersebut sebelumnya pernah di Aspal Lapen pada sekitar tahun 1980.

"Kata Pihak TNGL, belum ada ijin dari TNGL Pusat. Padahal  Beko (Alat Berat) sudah mulai bekerja, tapi dilarang Polhut. Kami berharap bagaimana supaya antara Dinas PU dan TNGL, sepakat untuk membangun jalan tersebut," ucap salah seorang Warga yang bernama Ferdinand Sitepu.

Sementara itu, isu yang beredar di tengah tengah masyarakat bahwa pihak TNGL Sumatera Utara, pada hari ini, Sabtu (7/9) akan mendatangi lokasi pembangunan jalan tersebut. Namun, saat awak media menunggu hingga Pukul 17.00 Wib Sore untuk melakukan konfirmasi, pihak TNGL Sumatera Utara tidak kunjung datang.

Untuk di ketahui, dalam Plank Proyek tertulis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, UPT Jalan dan Jembatan Binjai, dengan Nomor Kontrak 602/KPA.UPT-B/02/SP-K/2018.

Adapun nama Paket tertulis Peningkatan Struktur Jalan Ruas Namu UKUR-BTS karo di Kabupaten Langkat, dengan Sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara dan Penyedia Jasa PT Akbar Perkasa Indonesia.

Di Plank Proyek juga tertulis Nilai Kontrak sebesar Rp 14.334.418.500 (Empat Belas Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Empat Juta Empat Ratus Delapan Belas Ribu Lima Ratus Rupiah) dengan masa pelaksanaan 180 Hari Kerja, Konsultan CV Pemeta Internasional, Tahun anggaran 2018. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments