logo

Sungai Pelawi Dicemari Limbah PKS, PDAM Brandan Matikan Mesin Pompa Air Kerumah Warga

Air sungai Pelawi yang hitam akibat limbah pabrik kelapa sawit. (budi) 


P. Brandan-Metrolangkat.com

Diduga tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS), air sungai pelawai Kec Babalan keruh menghitam bagai air parit comberan, selain berubah warna air sungai juga mengeluarkan bau asam yang menyengat, Minggu (9/9)

Akibat kejadian ini PDAM Tirta Wampu unit PDAM P. Brandan terpaksa mematikan 3 unit pompa air, sehingga pendistribusian air bersih kepada ribuan pelanggan air di kota P Brandan dan sekitarnya menjadi terganggu.

 "Air mulai keruh dan menghitam sekitar pukul 02.00 WIB, selain hitam air juga seperti berminyak dan mengeluarkan bau asam yang menyengat, takut ini berbahaya sekitar pukul 06.00 WIB

kita putuskan untuk mematikan 3 unit pompa pendistribusian air kepelanggan", ucap Kali Suman Siregar Kepala Unit PDAM P. Brandan, saat ditemui Metro Langkat di WTP Pelawi Jalan Datuk, Kel Pelawi Utara, Kec Babalan, Kab Langkat.

Dirinya juga memohon maaf kepada para pelanggan atas kejadian ini," Kita menduga air ini merupakan air limbah sawit yang berbahaya jika dikonsumsi masyarakat, untuk itu kita mematikan mesin, kapada pelanggan kita memohon maaf atas kejadian ini, karena air baku sungai pelawi yang tidak layak, saat ini sampel air sudah kita ambil untuk diperiksa di Laboratorium, dan secepatnya jika kondisi air sudah mulai bersih pompa akan kita hidupkan kembali ", tambahnya

Diketahui WTP Pelawi Jalan Datuk, Kel Pelawi Utara, Kec Babalan, Kab Langkat, memiliki 3 unit bak penampung Raser Power, dan 4 bak Water Treatman dengan kapasitas mencapai lebih dari 5.000 liter/bak, serta 3 pompa pendistribusian dengan masing-masing kapasitas 60 liter/liter, 40 liter/detik dan 20 liter/detik.

Selain mematikan pompa air, pihak PDAM P. Brandan juga membuang puluhan ribu liter air yang sudah tertampung di 4 bak Water Treatman, karena air yang tertampung juga merupakan air yang tercemar.

Sementara itu beberapa warga yang tinggal di sekitar bantaran (pinggir) sungai pelawi mengatakan, air sungai berubah warna menjadi hitam seperti arang tak ubah seperti air comberan.

"Sudah 20 tahun saya tinggal di pinggir sungai ini, namun baru kali ini saya melihat airnya sangat hitam dan jorok, selain hitam airnya juga berbau, jangankan untuk mencuci untuk mandi saja tidak bisa digunakan, karena meninggalkan noda di pakaian, kalau seperti ini jelas airnya tidak bisa digunakan", ucap Yati (45) salah seorang warga.

Diketahui, sejak puluhan tahun air sungai palawi merupakan air baku sumber air bersih, yang setiap hari dikonsumsi oleh oleh masyarakat P. Brandan, atas perubahan warna dan bau air sungai ini, masyarakat menduga jika air sungai pelawi tercemar limbah pabrik kelapa sawit, untuk itu masyarakat berharap pemerintah Kab Langkat untuk segera menyikapi hal ini.

Jhoni Robinson salah satu anggota Leka Sering Indonesia Sumut mengatakan, "Atas tercemarnya air sungai pelawi yang diduga tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kita minta Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu dan DPRD Kab Langkat dan Dinas Lingkungan Hidup untuk turun melihat kondisi air sungai.

Selain itu kita juga meminta untuk mengevaluasi keberadaan PKS yang ada di Kab Langkat ini, karena kita menduga banyak PKS yang ada tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), sehingga limbah yang ada langsung dibuang ke sungai, laut maupun disekitar pemukiman masyarakat, yang berdampak pada pencemaran lingkungan", ucap Jhoni Robinson meminta Pemerintah Kab Langkat tegas menyikapi hal ini.

Dari pantauan Metro Langkat disekitar sungai pelawi Minggu (9/9) siang, air sungai sudah berangsur-angsur berubah warna, namun masih nampak terlihat  masih keruh dan kotor. (Bud)





Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.