logo

Pembangunan Jalan Karo-Langkat Diganjal BB TNGL, Warga Kecewa Berat



Sei Bingei-Metrolangkatbinjai.com

Masyarakat Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, merasa kecewa dengan Dinas Kehutanan dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Sumatera Utara.
Warga yang mengelar aksi beberapa waktu lalu. 

Kekecewaan Masyarakat sekitar di sebabkan karena tidak di perbolehkannya pembangunan Jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Langkat dengan Kabupaten Tanah Karo, sepanjang sekitar 5 Kilometer.

Bahkan, alat berat yang sudah ada di lokasi, di stop oleh Dinas Kehutanan agar tidak melakukan pengerjaan Jalan tersebut. Penyetopan itu menurut pengakuan masyarakat karena belum ada ijin dari Balai Besar TNGL.

"Kenapa di persulit oleh Pihak Kehutanan. Padahal jalan ini menghubungkan dua Kabupaten, yaitu Langkat dan Tanah Karo. Kita bukan kita merambah merusak hutan, tapi membuka jalan untuk masyarakat," ucap Candra Jaya Ginting, yang menjabat sebagai
Ketua DPC JPKP
(Dewan Pengurus Cabang Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kecamatan Kuala, di dampingi David Kurnia Ginting Ketua DPC JPKP Kecamatan Sei Bingai, serta Puluhan Masyarakat Desa Telagah di sekitar lokasi jalan tersebut, Jumat (7/9).

Candra juga mengatakan, Jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Langkat dan Tanah Karo ini pertama kali di buat oleh Para Pejuang sebelum Kemerdekaan RI. Lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) meneruskan pembangunan jalan tersebut dengan Program AMD (ABRI Masuk Desa).

"TNGL berdiri pada Tahun 1984, sedangkan jalan itu sudah ada sebelum mereka berdiri, kenapa di persulit oleh pihak Kehutanan. Jangan jalan Harimau saja yang di buat, sementara jalan manusia tidak di buat," ucap Candra dengan kesal.

Tidak hanya itu, lanjutnya, jalan yang menghubungkan Dua Kabupaten itu sebelumya pernah di aspal pada tahun 80 an. Tetapi mengapa mereka menghambat pengerjaan itu.

"Pihak TNGL mengijinkan perbaikan jalan, tapi harus di kerjakan dengan memakai cangkul. Mau sampai kapan selesainya. Tolonglah masyarakat kecil jangan di bodoh bodohi," paparnya.

Sementara itu, salah seorang Tokoh Masyarakat sekitar yang mengaku bernama Mimpin Sitepu S.Pd, juga kecewa dengan sikap Dinas Kehutanan.

"Jika alasan mereka takut di rambah, silahkan mereka buat Pos jaga. Yang jaga hutan ini adalah warga sekitar. Bahkan tidak mungkin kita rusak, sebab disini juga merupakan tempat Wisata dan sebagai tempat mencari Nafkah warga. Papua pun di buat jalan melalui hutan, kenapa di sini malah di larang," bebernya.

Lanjutnya, jika jalan itu sudah mulus, secara otomatis membuat sejahtera ekonomi masyarakat.

"Jalan ini juga bisa menembus Aceh Tenggara. Tidak hanya itu, dengan adanya jalan ini, secara Otomatis bisa mengurai kemacetan," ungkapnya, sembari mengatakan bahwa Batas Langkat ke Tanah Karo adalah kawasan Tahura, sedangkan Tanah Karo ke Langkat adalah kawasan TNGL.

Yang paling penting, sambung Mimpin Sitepu, jalan tersebut adalah salah satu jalur evakuasi dampak Gunung Sinabung.(Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.