Pelajar SMK dianiaya Oknum Mengaku Polisi Dan Diperas Rp. 9 Juta


Oknum Polisi yang diduga melakukan penganiayaan dan pemerasan itu. 


Stabat-Metrolangkatbinjai. com

Dua pria berpakaian sipil mengaku oknum petugas berhasil memeras seorang warga di Pangkalan Susu,Kabupaten Langkat. 
Korban Pani saat mengadukan nasibnya ke P2TP2A Langkat

Sebelum menjalankan aksi pemerasan, pelaku juga menganiaya seorang pelajar bernama ER. Pani (16) seorang pelajar kelas 3 SMK di Pangkalan Susu. Menurut pengakuan korban, Senin (3/9) saat melaporkan kejadian yang dialami di P2TP2A Langkat menyebutkan, aksi pemerasan yang dilakukan dua orang pria mengaku sebagai aparat kepolisian tersebut berawal dari kepergian Pani bersama Sandi (28) untuk menjualkan barang bekas (botot) 

Waktu itu kami naik mobil pikup grand max BM 9715 PI bawa botot untuk dijualkan kedaerah Stabat. " Ujar Pani mengisahkan.

Setibanya mereka dikawasan Air Hitam Gebang, tiba-tiba tiba dari arah belakang pikup yang mereka kendarai dipepet mobil Avanza plat B 1519.

Waktu itu sekitar pukul setengah satu, dua orang pria yang dimobil Avanza itu menyuruh kami berhenti. Awalnya kami tidak mau berhenti karena takut, tapi mereka yerus mengejar dan memepet. " Ketus Pandi. 

Begitu mobil diberhentikan, pelaku langsung menanyakan surat surat mobil seperti STNK dan SIM Sandi. Setelah memberikan SIM dan STNK, pelaku kemudian menyuruh Pandi masuk kedalam mobil pelaku

Didalam mobil Pandi dipukuli dengan tuduhan telah membawa narkoba. " Mereka menuduhku membawa narkoba, aku dipukuli suruh mengaku, karena memang tidak ada apa yang dituduhkan, aku tetap bilang tidak ada, lalu mereka memborgol tanganku dan menodongkan senjata kekepalaku. 

Selanjutnya kedua pelaku menghubungi pemilik botot dengan mengatakan meminta tebusan uang sebesar Rp 40 juta bila Pandi ingin dilepaskan dan mobil pikup botot dikembalikan. 

Takut dengan ancaman pelaku, korban mengatakan tidak punya uang dan hanya mampu memberikan uang sebesar Rp. 3 juta saja.  

Namun pelaku menolak dan mengancam akan membawa Pandi bersama mobil kekantor Polisi.  Karena panik, korban kemudian meminjam uang dari tetangganya. 

Tetanggaku cuka ada uang simpanan 6,5 juta di bank. Uang itulah yang kemudian diambil sama pelaku,mereka mengambil kartu ATM dan mengambil uang Rp. 3 juta lagi dariku, jadi total semuanya sembilan juga. " ujar korban dihadapan petugas P2TP2A.

Kami berharap para pelaku bisa ditangkap dan mempertangung jawabkan semua perbuatanya, " Harapnya sebelum membuat laporan pengaduan ke Polres Langkat. (yong) 




Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments