Partai Demokrat Laporkan Pemberitaan Yang Diduga Memuat Hoax Dari Media Asing Berbasis Di Hongkong Ke Dewan Pers




Jakarta-Metrolangkatbinjai.com

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mendatangi kantor Dewan Pers di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (17/9).

Hinca datang sekira pukul 09.28 WIB dengan didampingi Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari serta beberapa jajaran Partai Demokrat.

Kedatangan Hinca mewakili Partai Demokrat untuk melaporkan pemberitaan yang diduga memuat hoax dari media asing yang berbasis di Hongkong, Asia Sentinel.

Adapun yang menerima laporan Hinca adalah Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar dan Wakil Komisi Pengaduan dan Etika Dewan Pers, Hendri CH Bangun.

Partai Demokrat resmi mengadukan media daring Asia Sentinel kepada Dewan Pers di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (17/9).

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan menyebut pengaduan dilakukan untuk meminta bantuan Dewan Pers. Sebab, domain Asia Sentinel berkedudukan di Hongkong.

"Kami meminta kepada Dewan Pers Indonesia untuk mengontak dan koordinasi dengan Dewan Pers Hongkong," ujar Hinca.

Hinca bahkan mengajak Dewan Pers untuk bersama-sama ke Hongkong untuk melaporkan Asia Sentinel ke lembaga etik pers di negara tersebut.

"Jika (Dewan Pers) berkenan bersama-sama kami untuk pergi melaporkan Asia Sentinel ini ke Dewan Pers Hongkong," tukasnya.

Artikel yang dimuat situs media daring Asia Sentinel sempat mengejutkan publik tanah air. Ini lantaran artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, itu memuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang dalam jumlah besar di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY).

Disebutkan telah terjadi pencucian dana sebesar Rp 12 miliar dolar AS atau setara Rp 177 triliun melalui bank-bank internasional.

Hal tersebut termaktub dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International, ke Mahkamah Agung (MA) Mauritius pada pekan lalu.

Partai Demokrat mendesak Dewan Pers memanggil beberapa media lokal yang menyebarluaskan artikel yang dimuat media asing yang berbasis di Hongkong, Asia Sentinel.

"Kami akan undang media-media lokal itu, minta ke Dewan Pers supaya dipanggil," ujar Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan.

Artikel yang dimuat situs media daring Asia Sentinel sempat mengejutkan publik Tanah Air. Ini lantaran artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, itu memuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang dalam jumlah besar di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Disebutkan telah terjadi pencucian dana sebesar Rp 12 miliar dolar AS atau setara Rp 177 triliun melalui bank-bank internasional. Hal ini pun dibantah tegas oleh pihak Demokrat setelah media lokal mulai menulis ulang dan menyebar luaskan.

Hinca mengatakan bahwa untuk meluruskan berita di Asia Sentinel tersebut, maka diperlukan diskusi bersama diantara Partai Demokrat dan media lokal yang menyebarluaskan dengan menjadikan Dewan Pers sebagai mediator.

"Ada nama-namanya nanti, yang pertama akan kami minta panggil JPNN karena yang memulai, baru tersebar," tukasnya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments