logo

KPU Binjai Umumkan LADK Parpol Peserta Pemilu 2019




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai mengumumkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) 16 Partai Politik (Parpol) peserta ‎pemilu 2019. Namun, Partai Garuda Kota Binjai yang tidak melaporkan LADK mereka lantaran perahu politik itu tidak mengikutsertakan para calon legislatifnya (Caleg).

Dalam LADK ini, Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Kota Binjai yang paling besar melaporkan anggaran kampanye mereka, yakni sebesar Rp1,5 juta. Sementara parpol besar lainnya hanya melaporkan Rp100 ribu.

"Partai Gerindra, Golkar, Demokrat dan Perindo itu masing-masing melaporkan LADK mereka sebesar Rp 100 ribu. Ada juga LADK dari parpol lainnya yang Rp 200 ribu, yakni PBB dan PKPI. Sementara Partai Berkarya melaporkan LADK Rp300 ribu," urai Komisioner Divisi Hukum KPU Binjai, Zulfan Effendi, Jum'at (28/9) petang.

Menyusul dibawah Partai Hanura, ada PKB, PDI-Perjuangan, PKS, PPP dan PSI yang melaporkan dana awal kampanye mereka masing-masing sebesar Rp 1 juta. Terakhir ada PAN yang melaporkan dana kampanye mereka sebesar Rp 500 ribu.

Zulfan melanjutkan, berdasarkan data KPU soal pengumuman LADK sesuai nomor 43/PL 01.6-Pu/1275/Kota/IX/2018, Perindo yang mengikutsertakan 9 Caleg mereka untuk bertarung di 5 kecamatan di Kota Binjai itu yang kali pertama melaporkan dana kampanye pada 23 September 2018 pukul 10.00 WIB.

Dalam hal ini, kata Zulfan, partai besutan Hary Tanoesoedibyo ini tidak melakukan perbaikan.

Di hari yang sama, sambung Zulfan, PDI-P menyusul melaporkan dana kampanye mereka tepat pukul 12.25. Kemudian petang hari pukul 17.30 WIB, Partai Demokrat yang melaporkan dana kampanye mereka.

"Pada tanggal 26 September 2018, menyusul PKS dan sore harinya PBB yang melaporkan. Terakhir sisa partai lainnya melaporkan LADK ‎mereka pada 27 September 2018," urai Zulfan.

 Zulfan menambahkan, pengumuman LADK ini masih periode pembukuan parpol yang dilakukan hingga 22 September 2018.

"Jadi dari pengumuman ini, partai masih melaporkan dana dari parpol. Setelah LADK diumumkan, maka mulai 23 September 2018 sampai 1 Januari 2019, parpol akan buat laporan penerimaan sumbangan dana kampanye," beber Zulfan.

‎Sumbangan dana kampanye dimaksud, ujar Zulfan, boleh dari para Caleg mereka masing-masing. Selain itu, boleh juga berasal dari sumbangan per orangan atau pihak swasta dan perusahaan swasta yang bukan dari pemerintahan atau instansi.

"Per orang‎ maskimal sumbangannya Rp 2,5 miliar. Sementara perusahaan sumbangan maksimal sebesar Rp25 miliar. Itu berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 24 dan 29 Tahun 2018," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Hanura Kota Binjai, Irfan Ahmadi menyatakan, tidak ada strategi khusus terkait kampanye yang harus dilakukan para kader partai besutan Wiranto ini. Dia cukup kaget mendengar wartawan yang menyatakan, kalau Partai Hanura terbanyak melaporkan LADK mereka.

"Itukan hanya awal saja, sebagai persiapan. Nanti itu juga kedepannya diisikan lagi. Dana yang dilaporkan itu sudah bersumber dari para Caleg yang bertarung untuk DPRD tingkat Kota Binjai," tandas Anggota Komisi A DPRD Kota Binjai ini. (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.