Kondisi Jembatan Pematang Air Sangat Memprihatinkan





Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Kondisi Jembatan Pematang Air yang berada di Dusun Bina Jaya/Pematang Air Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, sangat memprihatinkan.

Jembatan kayu yang membelah sungai Pematang air yang merupakan anak Sungai Batang Serangan, kondisinya sangat membahayakan warga yang melintasinya.

Kondisi jembatan yang hanya mampu dilewati pejalan kaki dan pengguna sepeda motor ini membutuhkan perhatian aparatur Desa setempat maupun Pemerintah Kabupaten Langkat. Jembatan yang menghubungkan Desa Kwala Langkat dan Desa Pematang Cengal tersebut, merupakan akses satu satunya yang bisa dilalui masyarakat dengan sepeda motor atau pun berjalan kaki.

Sejak dibukanya akses jalan darat menuju Desa Kwala, warga setempat bergotong royong membangun jembatan kayu yang melintasi anak sungai Batang Serangan tersebut. Sebelum di bukanya akses jalan darat yang menghubungkan Desa Pematang Cengal dan Kwala Langkat, akses warga hanya menggunakan sampan menyusuri sungai jika hendak ke kota Pekan Tanjung Pura yang juga pusat pemerintahan Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, dan tempat lainnya.

Hingga kini, jembatan kayu tersebut telah berusia delapan tahun dan kondisinya sangat memprihatinkan. Jika tidak waspada melintasinya, bisa jadi membahayakan pelintasnya, terutama anak anak sekolah yang juga memanfaatkan jembatan Pematang Air dari dan menuju sekolahnya.

Selama itulah jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat tersebut tidak pernah sekalipun tersentuh Program Pembangunan dari Pemerintahan Desa dan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Langkat untuk memperbaiki dan membuat jembatan tersebut Permanen, sebagaimana layaknya jembatan yang ketika dilalui pelintasnya tidak riskan terhadap bahaya.

Dengan di perbaikinya jembatan penghubung antara Desa Kwala Langkat dan Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura dapat melancarkan aktifitas masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, yang kerap mempergunakan jembatan serta akan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat.

Informasi yang diterima dari warga, diketahui telah berulangkali warga terjatuh dari atas jembatan dan masuk kedalam air sungai.

Pak Si’a, salah seorang warga setempat menyatakan, usulan perbaikan jembatan itu sudah pernah diusul ke Desa berulangkali, bahkan permohonan bantuan pembangunan jembatan juga pernah di usulkan ke Pemerintah Langkat, namun belum terealisasi hingga sampai saat ini.

“Jembatan itu panjang berkisar 50 meter dan lebar 2,5 meter. Selain jembatan, Dusun kami juga belum ada listrik (PLN) nya, dan saat ini kami menggunakan mesin genset untuk menerangi 75 jiwa warga," tutur Si’a. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments