Ketua HMI Binjai : Kami Minta Kepada Kepolisian RI Untuk Memecat Oknum Yang Terlibat Kekerasan Terhadap Aksi Mahasiswa




Ketua HMI Binjai Septian Hermawan

Binjai-Metrolangkatbinjai.com


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI Binjai) secara tegas mengutuk keras atas tindakan Represif pihak keamanan yang seharusnya bertugas untuk ikut mengamankan aksi dari kawan-kawan yang turun kejalan.

Hal itu ditegaskan Ketua HMI Binjai Septian Hermawan, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (21/9), yang menimpa rekan rekannya terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan di Gedung DPRD Sumut, kemarin.

"Kami mengutuk keras atas tindakan Represif pihak keamanan, baik yang terjadi di Bengkulu ataupun yang terjadi di kota Medan, Kemarin," tegas Septian.

Seharusnya, sambung Septian, pihak keamanan lebih jeli melihat kondisi disaat terjadinya keributan tanpa harus melakukan kekerasaan.

"Kawan kawan Mahasiswa menyampaikan pendapatnya di muka umum dan itu merupakan bagian dari bentuk sistim Demokrasi yang sudah jelas di atur dalam UU No 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat dimuka Umum," paparnya, sembari mengatakan bahwa hal itu yang seharusnya dijaga agar Demokrasi tidak tercederai oleh aksi aksi yang Represif.

Maka untuk itu, lanjutnya, kami meminta kepada Kepolisian RI untuk mencopot dan memecat Oknum yang terlibat kekerasaan terhadap aksi dari Mahasiswa, serta evaluasi terhadap kinerja Polri untuk penanganan dalam mengamamkan tiap aksi.

Septian juga mengatakan, HMI Cabang Binjai telah menjalin komunikasi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau Senat Mahasiswa Se-kota Binjai, untuk bersama-sama me-evaluasi kinerja Pemerintah, terkait pelemahan rupiah.

"Kita tuntut agar segera mencari solusi untuk menguatkan Kurs Rupiah, serta beberapa persoalan-persoalan lain yang terjadi, baik di Nasional maupun isu Daerah, yang hari ini masih terus kita koordinasikan kepada kawan kawan mahasiswa yang lain," ungkap Septian Hermawan.

Terpisah, Mantan Presiden Mahasiswa STAI Al-Ishlahiyah Binjai, Ismail Lubis, juga menyayangkan sikap aparat penegak hukum yang melakukan pemukulan kepada rekan-rekan mahasiswa. Apalagi pengakuan mahasiswa tersebut bahwa dirinya hanya berdiri didepan gedung DPRD.

"Saya rasa, kalaupun mahasiswa melakukan aksi untuk menyuarakan pendapat di depan umum sah-sah saja kalau sesuai prosedur," katanya. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon