logo

Kedan-Kedan Forum Gelar FGD Bahas Soal Peradilan Pidana Anak

Usai acara FGD para undangan dan Narasumber diabadikan

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Kedan-kedan Forum mengelar Fokus Group Discussion (FGD) perlindungan terhadap  korban anak dalam sistem peradilan Pidana anak, Jum’at (7/9) di Wedang Kopi-Stabat. 

Hadir pada cara tersebut, Kepala dinas pendidikan Kabupaten Langkat, H Syaiful Abdi, Praktisi hukum sekaligus dosen di UIN Dr Abdul Hakim Siagian SH MH, Hakim anak PN Langkat, Penyidik PPA Polres Langkat, Kordinator P2TP2A Dr Ernis Syafrin, Ketua LPA Langkat, Utusun MUI, Pengamat sosial, pengamat hukum, tokoh pemuda, LSM dan berbagai kalangan lainya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis pendidikan H Syaiful Abdi mengatakan selaku pribadi dan kedinasan merasa prihatin dengan berbagai kasus yang terjadi belakangan ini di Langkat, khususnya menyangkut anak.

Bahkan, menurut Syaiful persoalan makin serius lagi ketika ditemukan sejumlah kasus kekerasan dan penceraian datang dari oknum guru. “ Saya merasa sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, bagaimana tidak kekerasan tak hanya dialami anak sebagai korban, bahkan tak jarang pelakunya adalah oknum guru.

Parahnya lagi, sekarang ini ada tujuh kasus permintaan cerai yang diajukan guru kedinas yang masih kita proses dan masih dilakukan mediasi. Yang mengherankan, para penuntut cerai tadi bukan kaum pria melainkan siwanita dengan alasan sudah merasa tidak cocok lagi dengan pasanganya, padahal diantaranya sudah ada yang menimang cucu artinya apa.? disini telah terjadi krisis moral. “ Ujar Syaiful yang juga Sekum MUI Kab Langkat.

Oleh karena itu sambung plt Kadis ketenagakerjaan ini lagi, dirinya berpikiran akan membuat semacam MoU dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kandepag agar guru-guru perempuan yang bemasalah ini di Ruqiah. 

Selain itu, Syaiful juga mengatakan kalau dinas pendidikan sedang menyiapkan tentang Perbup anak SD wajib tau baca tulis dan baca AL Qur’an. Tak hanya itu, Syaiful juga mengatakan selalu siap bila dibutuhkan untuk diskusi menyangkut persoalan anak bangsa.

Sementara Praktisi hukum Dr Abdul Hakim Siagian mengatakan kalau Langkat tak ubahnya Serambi mekahnya Sumatera Utara. Artinya, dari segi religi, Langkat sudah dikenal dan tak diragukan lagi. Begitu juga dengan pendidikan, dari Langkat ini telah melahirkan banyak orang-orang besar dan penting.

Intinya Kabupaten Langkat itu komplet. Namun, kita sangat prihatin mendengar persoalan anak yang begitu tragis. Saya punya data kalau dari 100 orang PSK yang mengidap penyakit HIV mematikan yang sudah ditangani RSU Adam Malik-Medan, 30 diantaranya berasal dari Langkat dan mereka siap menularkan penyakit mematikan itu kepada siapa saja.” Jelas mantan anggota DPRD-SU due periode ini.

Jadi persoalan anak ini bukan cuma urusan Pemerintah saja, bukan hanya urusan satu lembaga saja, namun merupakan persoalan kita semua. Ini masalah kita bersama dan harus bersama-sama menyelesaikan dan menanganinya. Pemerintah setempat atau Pemda harus mengalokasikan angaran buat menangani para korban anak yang mengalami kekerasan sex atau pencabulan.

Jadi disini perlu pengkajian dan kesepahaman stack holder masing-masing. Disini saya memuji langkah yang diambil oleh Kedan-Kedan Forum dengan mengelar FGD . Ini adalah langkah awal yang baik. Mari bersama—sama kita peduli akan anak.” Ungkap advokat kawanan ini. 

Para Kedan-Kedan mengatakan acara digagas karena Prihatin akan tingginya kasus kekerasan dan  pencabulan serta penanganan perkara terhadap anak yang terlibat hukum di Kabupaten Langkat.
Kita disini datang dari berbagai kalangan yang berbeda latar belakang seperti Jurnalis, Praktisi hukum, LSM, Pengamat Politik, Pengerak sosial,pengurus partai politik, dan pemuda. “ Ujar Reza Fadli Lubis salah seorang pengagas FGD.(Yong)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.