logo

Kasus Dugaan Pungli 380 KK Oleh Oknum Kades Jaring Halus Ngendap Di Polres Langkat


LANGKAT – Metrolangkat.com

Kasus pelaporan terjadinya dugaan tindak pidana penipuan dan pungli sekitar 380 KK warga Desa Jaring Halus, Kec.Secanggang, Kab.Langkat yang dilaporkan Wakil Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat (K-SEMAR), M.Aliandi Syahputra, ke Poldasu dan Polres Langkat, masih mengendap.

Informasi yang disampaikan Aliandi kepada Metro Langkat mengatakan bahwa kasus dugaan terjadinya penipuan dan pungli sebesar Rp100 ribu kepada sekitar 380 KK warga di desa tersebut, diduga atas perintah oknum Kepala Desa Jaring Halus, Tamar Laia, melalui beberapa Kepala Dusun.

Dijelaskan Aliandi, upaya pungli dan penipuan sebesar Rp100 ribu/KK tersebut dilakukan dengan dalih untuk biaya materai dan fotocopy berkas seluruh Kepala Keluarga yang rumahnya akan dipasang jaringan tersier dan sambungan rumah jaringan air bersih pada medio akhir tahun 2017 lalu.

“Padahal pemasangan jaringan tersier dan sambungan rumah jaringan air bersih itu seluruhnya dibiayai pemerintah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kab.Langkat, yakni pekerjaan kontruksi Proyek Pemasangan Jaringan Tersier dan Sambungan Rumah Jaringan Air Bersih Desa Jaring Halus. Proyek tersebut dibiayai oleh APBD Langkat dengan Ceiling Rp475.000.000 dan biaya Hasil Penghitungan Sementara (HPS)-nya Rp473.940.000, yang pelaksana pekerjaannya dilaksanakan perusahaan rekanan CV.Tiga Putra Permata. Jadi, upaya pemungutan uang yang dilakukan para Kadus di Desa Jaring Halus itu, merupakan unsur kesengajaan untuk mencari keuntungan kelompok yang diduga diprakarsai oknum Kades Jaring Halus, Tamar Laia,” terang Aliandi kepada Metro Langkat di Stabat, Senin (10/9).

Dijelaskan Aliandi, kasus dugaan terjadinya upaya penipuan dan pungli yang diduga dilakukan oknum Kades Jaring Halus ini sudah dilaporkan ke Poldasu dan Polres Langkat melalui Surat Pelaporan Nomor : 233/K-SEMAR/I/2017 berdasarkan bukti Laporan Polisi Nomor : LP/28/I/2018/SU/LKT, tertanggal 13 Januari 2018.

Berdasarkan pelaporan K-SEMAR tersebut, Kapolres Langkat melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Firdaus SIK, sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan dari pihak Polres Langkat dengan Nomor : K/60/I/2018/Reskrim dalam poin ke 2 (dua) tertanggal 19 Januari 2018 yang menyebutkan bahwa pihak penyidik sudah menerima berkas pelaporan K-SEMAR terkait kasus itu dan akan melakukan penyidikan.

Dari surat pembertahuan hasil penelitian pelaporan pertama tanggal 19 Januari 2018 itu, pihak penyidik di Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Langkat sudah menyatakan cukup alasan untuk melakukan tindakkan penyelidikan dan menunjuk Kanit Tipdter, Iptu Bram Chandra SH selaku Penyidik, serta Briptu Agus Rianto, selaku Penyidik Pembantu.

Bahkan, pada tanggal yang sama, pihak penyidik juga melayangkan Surat Mohon Penjelasan/Keterangan dengan Nomor : K/188/I/2018/Reskrim, yang isinya penyidik memanggil pihak pelapor, yakni Aliandi, untuk hadir memberikan keterangan/penjelasan terkait kasus pelaporan atas terjadinya dugaan penipuan dan pungli yang dilaporkan K-SEMAR tersebut tanggal 24 Januari 2018.

Namun anehnya, berselang hampir 1 bulan, masih kata Aliandi, pihak Polres Langkat kembali melayangkan Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian Laporan/Pengaduan dengan Nomor : K/117/II/2018/Reskrim, bersifat Konfidensial kepada Aliandi selaku pihak pelapor, tertanggal 9 Februari 2018 bahwa penanganan pelaporan kasus tersebut telah dilimpahkan penanganannya dari Direskrimsus Poldasu ke Polres Langkat.

Sama seperti surat panggilan sebelumnya, pada tanggal 9 Februari 2018, pihak penyidik juga memberikan surat Permintaan Keterangan kedua dengan Nomor : K/289/II/2018/Reskrim, agar pihak pelapor mengahadap penyidik untuk memberikan keterangan.

Kendati pihak Polres Langkat menunjuk Kanit Tipidter Iptu Bram Chandra SH selaku Penyidik, namun personil Penyidik Pembantu dari Agus Rianto, dialihkan kepada Brigadir Anwar Hidayat.

“Aneh ya, kenapa kok pihak penyidik malah terbalik mengirimkan surat pemberitahuan pelimpahan berkas dari Direskrimsus Poldasu, tidak di awal surat pemberitahuan pertama. Malah pada surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian pelaporan/pengaduan pertama, penyidik malah menyampaikan bahwa mereka sudah menerima berkas pelaporan kita. Seharusnya kan penyidik menyampaikan surat pemberitahuan pertama yang isinya mengenai pelimpahan berkas dari Disreskrimsus Poldasu ke Polres Langkat. Ini kok, malah terbalik, penyidik menerima berkas pelaporan kita terlih dahulu. Selain itu, pergantian Penyidik Pembantu dari Brigadir Agus Rianti kepada Brigadir Anwar Hidayat dalam kasus ini, juga menjadi pertanyaan kita semua,” ujarnya sembari memberikan bundelan bukti-bukti pelaporan dan surat kesaksian warga kepada Metro Langkat.

Dijelaskan Aliandi, bahwa pihak penyidik di Unit Tipidter, sudah memeriksa para saksi-saksi yakni 5 orang perwakilan warga Desa Jaring Halus yang menjadi korban pungli oknum Kades melalui Kepala Dusun masing-masing.

Dari data yang diterima Metro Langkat, K-SEMAR juga melampirkan nama-nama oknum Kadus yang melakukan pemungutan langsung kepada warga, yakni Musa Tamora (Kepala Dusun I), Ahmadi (Kepala Dusun II), Agus Salim (Kepala Dusun  III), Hasan Basri (Kepala Dusun IV) dan Sabril Afri (Kepala Dusun V) Desa Jaring Halus.

Kendati proyek pengerjaan pemasangan jaringan tersier dan sambungan rumah jaringan air bersih tersebut merupakan proyek pemerintah Pemkab Langkat, namun bagi sebahagian warga yang tidak memberikan uang sebesar Rp100 ribu kepada oknum Kadus bersangkuitan, rumahnya tidak dipasangi meteran dan sambungan jaringan air.

K-SEMAR berharap, pihak penyidik segera menuntaskan kasus dugaan terjadinya tindak pidana penipuan dan pungli ini secara transparan, akuntabel serta profesional.

Apalagi, dari keterangan beberapa saksi menyebutkan, pada saat oknum Kadus memungut uang kepada warga Rp100 ribu/KK, didampingi oknum pegawai Dinas Perkim.

Sementara itu, pihak penyidik Polres Langkat melalui Kanit Tipidter Iptu Bram Chandra SH, saat dikonfirmasi terkait sejauhmana penanganan kasus dugaan terjadinya tindak pidana penipuan dan pungli ratusan warga yang diduga dilakukan oknum Kades Jaring Halus, atas laporan K-SEMAR Sumut, melalui ponselnya belum berhasil.

Berulangkali kedua nomor ponsel Iptu Bram Chandra SH yang tertera pada surat pemberitahuan yang dilayangkan Kasat Reskrim Polres Langkat itu saat dihubungi kendati terdengar nada masuki, namun tidak kunjung diangkat. Begitu juga kendati terdengar nada masuki, namun tidak kunjung diangkat. Begitu juga saat dilayangkan konfirmasi tertulis secara elektronik melalui layanan Short Massage Service (SMS) ke ponselnya, hingga berita ini diterbitkan tidak kunjung dibalas.(RED)



Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.