Hingga Kini Kasus Brankas KPU Yang Hilang Belum Menemui Titik Terang



Affan Siregar

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Kasus hilangnya Brankas Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berisikan uang Rp 250 juta terkesan dipeti eskan. Pasalnya, sudah sekitar tiga tahun berlalu, penyidik Polres Binjai belum juga mengungkap kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Firman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (17/9), mengaku masih banyak kasus yang belum dituntaskan.

"Beri saya waktu, karena saya baru sekitar satu minggu menjabat. Yang pasti, kami akan kerja keras agar kedepannya lebih maksimal," kata Firman.

Sementara itu, Kepala Dinas Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah, Affan Siregar, Jumat (14/9), menegaskan uang yang hilang dari brankas KPU menjadi tanggungjawab KPU.

Uang itukan dana hibah yang berasal dari APBD. Kalau uang hibah itu hilang, sudah pasti menjadi kerugian Negara dan harus dikembalikan oleh KPU," tegasnya.

Untuk memastikan uang yang hilang tersebut sudah dikembalikan atau belum, Affan langsung memanggil sejumlah stafnya. Dari hasil konfirmasi dengan sejumlah staf terkait, diketahui pertanggungjawaban keuangan KPU tidak didapati temuan di tahun 2016.

Dana hibah itu tahun 2015 sebesar Rp 14 miliar, dan diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2016. Hasil pemeriksaan tidak ada temuan. Artinya, uang yang hilang itu sudah ditanggungjawabi oleh KPU," sebutnya.

Karena tidak ada kerugian negara, lanjut Affan, maka Majelis Tuntutan Perbendaharaan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) tidak dilibatkan.

"Kalau ada kerugian negara biasanya diserahkan ke majelis. Selanjutnya majelis menggelar sidang dan mengeluarkan putusan. Putusan diserahkan kepada Ketua KPU untuk menagih kerugian kepada nama-nama yang dicantumkan di dalam putusan," jelasnya.

Affan siregar menambahkan, saat ini kasus hilangnya berankas KPU sudah selesai di tangan BPK.

"Terlepas uang yang dikembalikan menggunakan uang siapa, itu urusan KPU. Yang jelas tidak ada temuan dan tinggal tugas penyidik mencaritahu siapa pelaku pencurian tersebut," tegasnya.

Seperti diketahui, kasus hilangnya brankas KPU dari ruang bendahara diindikasikan penyidik melibatkan orang dalam. Pasalnya, petugas tidak mendapati kerusakan apapun di gedung tersebut. Selain kehilangan uang, KPU juga kehilangan 1.910 hologram. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments