H Usman Dirikan Sekolah SMA Di Pulau Jaring Halus, Agar Anak Nelayan Bisa Jadi Gubernur

H Usman

Jaring Halus-Metrolangkat.com
Haji Usman bukanlah orang kaya yang bertabur emas dan berlian. Pak Haji-begitu Ia biasa disapa- juga tinggal di rumah panggung berdinding kayu, lantai kayu, di tepi pantai Pulau Jaring Halus Langkat, sebagaimana kebanyakan para nelayan di sana.  
Namun diabalik kebersahajaannya itu, anak kampung nelayan ini punya cita-cita yang mulia. Yakni ingin memajukan dunia pendidikan bagi anak-anak di desanya dengan membangun gedung sekolah SMA di desanya.
Niat pak haji ini patut dicontoh. Ia berhasrat agar orang tua di kampunya tak lagi terbebani uang kost bila anak-anaknya harus meneruskan pendidikan SMA di Stabat dan kota lainnya. Jika kost di Stabat saja, biaya pengunapan dan makannya sedikitnya Rp 1 juta se bulan. Jumlah Itu beban yang berat bag orang tua yang yang pencariannya hanya nelayan. Dan ini baru untuk biaya seorang anak. Pengalaman pahit  ini sempat dialami oleh Haji Usman.
Namun dibalik semua itu, sebenarnya pak haji juga punya keinginan yang kebih tinggi. Ia ingin agar ada anak nelayan yang tinggal di pulau terluar di Langkat ada yang sukses menjadi Bupati, Gubernur, Jenderal, diplomat, akademisi, Dirut Garuda, dan BUMN lainnya. Jangan cuma mutar-mutar menjadi nelayan mewarisi pekerjaan orang tuanya. Dan inilah yang mereka alami, sejak dari Kakek, anak, cucu, cicit, bahkan hingga buyut.
Bahwa ada anak Melayu ada yang jadi Jenderal, ada yang jadi bupati, pak haji ikut merasa bangga. Tapi kalau bisa adalah anak nelayan di pulau terluar di perairan Langkat yang mampu menembus jendela dunia dengan bekal ilmu yang dimilikinya. 
Supaya jerih payah orang tuanya yang turun temurun harus terombang–ambing diayun ombak nun jauh di laut dengan sinar lampunya yang temaram di malam gulita, sempat merasakan secercah kebahagiaan.
Pak haji menyadari, harapan akan larut selamanya jika tak habis-habisnya direnungi siang dan  malam. Makanya dengan sedikit demi sedikit rezeki yang diperolehnya selama ini, disisihkannya untuk membangun gedung sekolah SMA. Dengan modal senilai Rp 350 juta, secara berangsur selesailah sudah pembangunan gedung sekolah tersebut.
Sekolah yang dibangun dua tahun lalalu itu kini masih terdiri dari dua lokal sesuai dengan kondisi murid yang masih duduk dibangku kelas saru dan dua, dengan jumlah murid keseluruhannya 52 orang. Sementara menunggu tahun ajaran baru berikutnya kini sedang dibangun satu lokal lahi untuk kelas ttga.
Tenaga guru serbanyak 12 orang sebagian besar berasal dari luar Jaring Halus, seperti Stabat. Para guru dari luar ini setiap hari berangkat naik boat dari dermaga Pematang Buluh Secanggang pukul 07.30 WIB dan tiba di Jaring Halus 45 menit kemudian. Biaya transport laut ini ditanggung oleh H Usman.
Haji Usman mengaku bahwa masih banyak lagi yang harus dibenahi di sekolah miliknya lantaran masih minim fasilitas seperti laboratorium komputer, dan lainnya. Untuk itu pak haji berharap agar Pemerintah Kabupaten Langkat dan Sumut berkenan turun ke sekolahnya untuk melihat secara langsung apa yang harus dibantu. (ab)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments