Di Mediasi P2TP2A Langkat, Akhirnya Orangtua Bintang Berdamai Dengan Oknum Guru




Langkat-Metrolangkatbinjai.com


Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten Langkat, yang merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan bagi masyarakat Indonesia, terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan, akhirnya memediasi kasus dugaan yang di lakukan oleh Oknum Guru SD Negeri 056426 berinisial Sur, yang beralamat di Dusun ll Sidodadi, Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, terhadap seorang Siswanya yang masih duduk di kelas l, yaitu Bintang Perdana (6).

Setelah melalukan mediasi dan musyawarah antara Orangtua Siswa dan Oknum Guru tersebut yang di lakukan di Kantor P2TP2A Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (14/9), akhirnya kedua belak pihak setuju untuk melakukan perdamaian.

Orangtua Bintang Perdana yang bernama Suyono, saat di konfirmasi awak media membenarkan perdamaian tersebut. Menurutnya, dalam persetujuan perdamaian itu, dirinya meminta agar Oknum Guru tersebut merubah sikapnya agar tidak kasar lagi terhadap Siswa yang lainnya.

"Ya, benar. Sekarang yang menjadi tanggung jawab bersama adalah bagaimana usaha untuk memulihkan mental anak saya (Bintang Perdana)," ucap Suyono, sembari mengatakan bahwa pertemuan tersebut juga di hadiri oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 056426, Kades Gergas, pihak P2TP2A, serta Oknum Guru itu.

Informasi yang berhasil dihimpun dari salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, sebelum berangkat ke Kantor P2TP2A Kabupaten Langkat, Oknum Guru yang diduga mengikat lidah Bintang Perdana dengan menggunakan tali tersebut membawa Pengacara dan sempat menemui Bintang.

Diberitakan sebelumnya, Dunia Pendidikan kembali tercoreng akibat ulah seorang Oknum Guru SD Negeri 056426, yang beralamat di Dusun ll Sidodadi, Desa Gergas, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Kali ini menimpa seorang Siswa yang masih duduk di kelas l. Adalah, Bintang Perdana (6), yang merupakan anak tunggal dari pasangan Suyono dan Dewi, yang juga bertempat tinggal di Desa Gergas.

Di temui di rumahnya, Jumat (31/8), Bintang mengaku bahwa dirinya sudah di hukum (Oknum) guru berinisial Sur, pada hari Rabu (29/8) pagi, dengan cara di pukul dan lidahnya di ikat dengan menggunakan tali Plastik berwarna hitam.

Akibat perbuatan Oknum Guru tersebut, Bintang Perdana sulit untuk makan karena lidahnya selalu kram akibat di ikat tali. Parahnya lagi, Bintang Perdana hingga kini tidak Sekolah karena Trauma akibat perbuatan Oknum Guru tersebut.

"Di Pukul dan di ikat lidah saya sama Ibu Sur," ucap Bintang dengan Polos, sembari menjulurkan Lidahnya seolah menunjukkan bekas ikatan tali di lidahnya.

Akibat perbuatan Oknum Guru tersebut, Orangtua Bintang Perdana yang bernama Suyono, tidak terima dengan perlakuan Oknum Guru tersebut. Menurutnya, apa yang telah di lakukan oleh Oknun Guru tersebut bukanlah mencerminkan seorang Pendidik.

"Saya tidak terima dengan perbuatan Oknum Guru itu. Kalau cuma di pukul, masih tidak apa apa. Tapi ini sudah mengikat lidah anak saya dengan tali. Apa begini cara mendidik Siswa," ucapnya dengan Kesal, sembari mengatakan akan melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Langkat.

Parahnya lagi, sambung Suyono, Akibat mendapat hukuman, Bintang Perdana tidak mengikuti 3 Jam mata Pelajaran.

"Pengakuan anak saya dan teman temannya, pada saat kejadian, anak saya di bawa ke Ruang Kelas VI. Disitulah anak saya di hukum hingga tidak mengikuti Tiga mata Pelajaran. malah kemarin kata orang yang mengobati anak saya, urat lidah anak saya keseleo," tegas Suyono.

Sementara itu, Oknum Guru tersebut, saat di temui SD Negeri 056426, menampik dan mengaku tidak ada menghukum Bintang Perdana dengan cara mengikat lidahnya dengan tali.

"Saya tidak ada mengikat lidah Bintang dengan tali. Kami sebagai Pendidik tidak boleh melakukan hal itu. Kalau saya bawa ke Ruang Kelas VI, memang betul. Tapi cuma saya Nasehati," beber Sur.

Informasi yang berhasil di himpun, dugaan di ikatnya Lidah Bintang Perdana dengan menggunakan tali bermula dari ucapan Bintang sembari bercanda kepada kawannya dengan ucapan "Anjing" pada hari Selasa (28/8) siang, usai Pulang Sekolah.

Ucapan Bintang tersebut di sampaikan oleh temannya kepada Oknum Guru tersebut. Esoknya, tepatnya pada Rabu (29/8) pagi, Sur memanggil Bintang dan membawanya ke Ruang Kelas VI. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments