logo

4 Pangkalan Ditutup, Diduga PT BPMS Timbun Tabung Gas LPG 3 KG Di Kota Binjai



Foto ilustrasi Net

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Terjadinya kelangkaan dan tingginya atau meroketnya harga gas elpiji “Si Melon” 3 kilogram yang mendera warga dibeberapa daerah di Kota Binjai, diduga dampak dari adanya permainan "kotor" Agen yang ada di Kota Binjai. Dugaan ini mencuat dari pengakuan beberapa pangkalan gas LPG 3 KG yang secara sepihak ditutup oleh PT Bahma Putra Mandiri Sejahtera (BPMS) salah satu Agen Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota binjai yang dikordinir oleh Hj Ayu Brahmana.

Dari hasil keterangan yang diperoleh awak media, ada 4 Pangkalan gas LPG 3 Kg yang diminta oleh PT Bahma Putra Mandiri Sejahtera untuk menandatangani surat pernyataan tidak menjadi Pangkalan Gas LPG 3 KG.

"Kami sudah mengadukan hal ini ke DPRD Binjai dan Pemko Binjai. persoalannya pun sudah dibahas melalui Rapat dengar pendapat yang digelar komisi C. Tapi, tidak menuai hasil karena pihak agen yang memberhentikan pasokan gas ke kami tidak bersedia hadir dalam rapat yang digelar DPRD Binjai pada minggu lalu. Mereka (Pihak agen) beralasan sedang di Jakarta," ungkap Iriaman, atau akrab disapa Mantole, yang mengaku Pemilik ijin pangkalan gas LPG 3 Kg yang berada di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Minggu (30/9).

Lebih jauh diutarakan Mantole, 4 Pangkalan yang di tutup sepihak tersebut yaitu, Pangkalan M Ishak, Pangkalan Paimun Km 18 Binjai Timur, Pangkalan Haris, dan Pangkalan Agustiono.

"Kami ke-empat pangkalan dibawah binaan Agen PT Bahma Putra Mandiri Sejahtera/Hiswana Migas dengan stock kuota sebanyak 480 tabung gas LPG 3 Kg. sudah 1 bulan ini kami selaku pangkalan yang ada di dua Kecamatan tidak lagi diisi oleh PT Bahma. kami sebagai pangkalan binaan PT Bahma Putra Mandiri Sejahtera Migas yang perbulan mendapat kuota jatah 480 tabung gas LPG 3 Kg, kini dihentikan tanpa musyawarah sama sekali. kami menduga kelangkaan ini merupakan permaianan mereka (PT Bahma Putra Mandiri Sejahtera," beber Mantole, sembari menunjukkan handphone nya bahwa dirinya di keluarkan dari Group Whatsapp PT BPMS (Bahma Putra Mandiri Sejahtera).

Dirinya juga mengatakan bahwa PT BPMS memiliki kuota 45000 tabung gas LPG 3 kg/bulan.

"Jadi selama 1 bulan ini stock kami dihentikan, dijual kemana stock 480 tabung yang seharusnya kami punya. dan kenapa bisa terjadi kelangkaan dan kenaikan harga di kota Binjai. Padahal dampak dari dihentikannya pasokan gas terhadap 4 pangkalan seharusnya malah membuat kelebihan kuota, namu kenapa malah langka.Ini kan menimbulkan dugaan telah terjadi penimbunan gas LPG 3 Kg dilakukan pihak agen, terutama agen yang menghentikan jatah 4 pangkalan yang ada di Binjai" jelas Mantole.

Sementara itu, Pangkalan yang ditutup Agen Hj Ayu Brhamana hingga kini masih menunggu kelanjutan pengaduan mereka ke DPRD Kota Binjai terkait penutupan sepihak hingga terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg di kota Binjai. Diharapkan kepada pihak terkait, khususnya DPRD Binjai agar serius mencari akar permasalahan terjadinya kelangkaan si melon dan meroketnya harga memcapai Rp 25 ribu.

Disamping itu, Hj Ayu Brahmana sempat membuat statement di media online dengan menuding kalau tim pengawasan yang dibentuk tidak peduli dengan situasi ini. Padahal peran serta Agen seharusnya dituntut lebih dan dapat menindak para pangkalan yang menaikkan harga jual tabung subsidi Pemerintah. Apalagi kini banyak pembiaran yang dilakukan agen dan pangkalan terhadap kedai/warung yang menjual secara ecer tabung gas 3 Kg. Padahal sudah menjadi ketentuan bahwa si melon hanya dapat diperjual belikan oleh agen dan pangkalan.

Kini, kenapa pihak yang memiliki kewenangan malah melakukan pembiaraan jual beli malampaui Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya, dengan harga hanya Rp 16.000.

Terpisah, Hj Ayu Brahmana, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (30/9) sore, menampik adanya hal itu. Menurutnya, dari 4 Pangkalan yang dimaksud, 2 Pangkalan pemiliknya sudah meninggal dunia, yaitu Haris dan Paimun.

"Begitu meninggal dunia, maka kontrak selesai. Malah untuk Haris dialihkan tanpa ada kordinasi, sedangkan M Ishak, kuota hanya 20. Apa hal itu layak disebut Pangkalan," ucap Ayu, seraya mengatakan bahwa M Ishak tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Dirinya juga menekankan agar semua Pangkalan 3 Kg harus berusaha mengurangi Subsidi dengan cara menawarkan Bright Gas 5,5 Kg ke masyrakat.

"Untuk M Ishak sudah berbulan bulan diingatkan, namun tidak juga dijalankan. Inikan Program Pemerintah. Untuk Haris, begitu meninggal dunia, tiba tiba datang orang yang tidak dikenal dan mengaku Pangkalan telah dijual kepada mereka," beber Ayu.

Disoal apakah pemutusan kontrak  tersebut hanya melalui pesan singkat (Whatsapp), Ayu Brahmana juga menampik hal itu.

"Whatsaapp itu pemberitahuan awal, selanjutnya ada surat yang mereka tanda tangani, yaitu surat pernyataan dan pemberitahuan. Bahkan semua Pangkalan sudah diingatkan," beber Ayu Brahmana, seraya mengatakan bahwa salah satu dari 4 Pangkalan yang dimaksud, yaitu atasnama Agustiono, hingga kini masih aktif.

Tidak hanya itu, Ayu juga mengatakan bahwa PT BPMS juga datang memenuhi undangan Komisi C DPRD Binjai.

"Kami datang dan diwakili oleh Riki. Karena Riki juga orang lapangan dan bagian dari Perusahaan, jadi sepaham dengan saya. Sedangkan jauh jauh hari sudah saya beritahukan bahwa saya di Jakarta. Sedangkan Pemberitahuan rapat 2 hari sebelumnya," ungkapnya.

"Bagi saya tidak ada anak tiri dan anak kandung, yang penting ikutilah Peraturan. Jika ingin kuota bertambah,  seimbangkanlah dengan Bright Gas 5,5 Kg. Jangan jual subsidi aja. Biar merata, sesuai taraf ekonominya. Sekarang saya tidak mau Pangkalan kuotanya dibawah 30," tutup Ayu Brahmana, sembari mengatakan untuk Bulan ini, penjualan Bright Gas 5,5 Kg, PT BPMS tertinggi untuk kategori agen di Seluruh Sumatera Utara. (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.