logo

Warga Pertanyaan Kasus Pencabulan Yang Dilakukan Oknum Kades Harapan Maju

Waga datangi kantor P2TP2A Langkat.(yong)


Stabat-Metrolangkatbinjai.com

Sekitar sembilan orang  warga dari Desa Harapan Maju,Kecamatan Sei Lapan, Kabupaten Langkat, Senin (6/8) pagi mendatangi kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat di Stabat.

Kedatangan masyarakat ini ingin menanyakan seputar bekunya kasus Pencabulan yang dilakukan oleh oknum kepala desa mereka Darmianto (46) terhadap warga berinislal Su (17) beberapa waktu lalu. 

Kasus Pencabulan ini sebenarnya telah pun dilaporkan orang tua korban ke Polres Langkat ketika itu. Bukti laporan pengaduanya tertuang dalam laporan polisi Nomor : LP/373/V/2018/SU/LKT Kamis 31 Mei 2018. Namun menurut warga sampai saat sekarang ini kasus tersebut terkesan mandek proses hukumnya.
Surat warga yang keluhkan penanganan

Bahkan,tersiar kabar kalau kasus ini telahpun didamaikan. Oleh sebab itulah warga berharap agar P2TP2A  Langkat dapat membantu menyelesaikan kasus ini mengingat perbuatan pelaku oknum Kades telah berulang kali.

Ditambah oknum Kades merupakan pamong desa yang seharusnya memberi contoh malah berbuat tidak senonoh kepada masyarakat. Kami masyarakat ini tidak tau soal hukum,makanya kami datang kemari mohon diberikan penjelasan atau pendampingan hukum," Ujar warga kepada Ketua P2TP2A Langkat Drs Enis Syafrin.

Sambung warga lagi,dengan masih bebasnya oknum Kades mereka berkeliaran membuat warga merasa tidak nyaman. " Sekarang kami merasa tidak nyaman karena kades cabul masih berkeliaran,ucap warga.

Menurut warga,kasus Pencabulan yang dilakukan oknum Kades tersebut terungkap setelah warga merasa curiga melihat gerak gerik korban. Selanjutnya orang tua korban Pon (43) menanyakan hal tersebut pada tanggal 28 Mei 2018 sekitar pukul 17.30 wib.

Kepada korban Su, ibunya Pon menanyakan soal sikap pelaku  terhadap korban ketika datang menemuinya di Jl Raya Usul, Desa Usul,Kecamatan Batang Gasal, Kabupaten Indra Giri Hulu, Riau.

Setelah didesak ahirnya Su buka mulut dan mengatakan kalau dirinya telah digarap oleh pak Kades sebanyak 10 kali dirumah ya setiap kali rumah pelaku lagi sepi. Hampir tak percaya dengan kabar tersebut,ahirnya dengan berat hati, didampingi  beberapa orang warga lainya,kasus inipun dilaporkan ke Polres Langkat 

Beberapa orang warga telah pun dimintai keterangan oleh petugas. Tapi sayangnya sampai saat sekarang ini pelaku masih bebas berkeliaran. Bahkan kasus ini terkesan diendapkan. Menurut warga, atas kasus tersebut mereka telahpun melakukan aksi demo kekantor camat ketika itu. Oleh Camat mereka kemudian diarahkan kekantor PMDK.

Dari kantor ini mereka kemudian diundang oleh Asisten 1 Pemerintahan Kab Langkat. Saat itu warga juuga sempat diperlihatkan surat permohonan perdamaian oleh Asisten 1 Abdul Karim. " Ujar warga. Menyikap hal tersebut, Ketua P2TP2A Kab Langkat Drs Ernis Syafrin mengaku akan mempertanyakan kasus tersebut kepada pihak Polres Langkat dalam waktu dekat ini.(yong)   


Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.