Walau Harga Melambung Tinggi, Petani Cabai Di Langkat Belum Merasakan Hasilnya




Cabai mengalami kerusakan karena cuaca tidak menentu

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Harga Cabe Merah di sejumlah Pasar Tradisional di Kabupaten Langkat, terus mengalami kenaikan. Sebab, Cabe Merah yang semulanya di jual dengan harga 24 Ribu Perkilogramnya, kini menjadi 40 Ribu Rupiah perkilogram.

Kenaikan harga Cabai tersebut semestinya membuat Petani Cabai
mengeruk keuntungan besar dengan melonjaknya
harga di Pasaran. Namun sejumlah
Petani Cabai di Kabupaten Langkat, justru mengaku merugi.

Pasalnya, pada musim tanam kali ini tanaman Cabai mereka tumbuh dengan kondisi kurang baik.

Seperti halnya Petani Cabai di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat yang bernama Koko. Menurut pengakuannya, tanaman Cabai miliknya tidak bisa di nikmati hasilnya walau harga jual para Petani Cabai mencapai 35 Ribu Perkilogram.

"Kondisi cuaca yang memasuki musim Kemarau menjadi salah satu faktor penyebab  buruknya hasil panen Cabai," beber Koko, Rabu (15/8).

Di akui Koko, akibat musim Kemarau yang terjadi saat ini, tanaman Cabai miliknya terlihat menjadi kecil dan kerdil, sehingga sangat mempengaruhi Kwalitas dan Kwantitas Cabai itu sendiri.

Selain itu, musim tiba Panen kali ini,Cabai miliknya lebih mudah kering dan membusuk. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments