Tidak Terima Anaknya Di Pukul, Orangtua Murid Adukan Oknum Guru Ke Polres Dan DPRD Binjai



Farrel Geovanni Lubis beserta ibunya saat berada di DPRD Binjai

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

DPRD Kota Binjai, melalui Komisi C, yang salah satu tugasnya membidangi Pendidikan, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa Orangtua Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02, yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kamis (2/8).

Di gelarnya RDP karena Komisi menerima Aduan dari Orangtua Murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri 02 Binjai, yang mengaku anaknya dianiaya gurunya karena siswa tersebut tidak membawa buku pelajaran bidang studi IPA.

Adapun Siswa yang menjadi korban dugaan penganiayan gurunya itu adalah Farel Geovanni Lubis (11), sehingga berakibat korban yang merupakan warga Jalan Jambu, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat ini menjadi trauma dan takut masuk sekolah.

Akibat dari Penganiayaan itu, Orangtua Farel yang bernama Novika Maya Sari, tidak terima atas perlakuan oknum guru tersebut dan melaporkan hal itu ke Polres Binjai.

"Anak saya di pukul Gurunya di bagian kepala dengan memakai tangan, kita sebagai Orangtua tidak terima atas kejadian itu. Bahkan anak saya pun takut untuk masuk sekolah,".bebernya saat berada di Ruang Komisi C DPRD Kota Binjai.

Di laporkannya Pihak Sekolah ke Polres Binjai, sambung Novika Maya Sari, karena pihak Sekolah tidak mempunyai Niat baik terhadap dirinya selaku Orangtua.

Di singgung tentang adanya surat Dokter dari RSUD Djoelham Binjai yang mengatakan bahwa Farel mengalami gejala Demam berdarah, Wanita berhijab ini membantah jika pemeriksaan itu tidak sesuai dengan keinginannya.

"Pada saat pemeriksaan, kami minta agar Kepala anak saya yang di periksa, tapi pihak Sekolah malah memeriksakan bagian perut. Akal akalan mereka aja itu," bebernya dengan nada geram.

Sementara itu, Ketua Komisi C Irfan Asriandi, yang memimpin langsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Binjai, berjanji akan memanggil Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, serta Oknum Guru yang di duga melakukan penganiayaan.

"Hasil RDP tadi, kami akan memanggil Dinas Pendidikan, Kasek, serta Oknum Guru yang di duga melakukan tindak kekerasan. Surat panggilan hari ini akan kita layangkan ke Pemko Binjai dalam hal ini Dinas Pendidikan," beber Irfan.

Disoal kapan akan kembali melakukan pemanggilan terhadap mereka, Legislator dari Partai Amanat Nasional ini mengatakan bahwa pemanggilan di agendakan pada hari Senin, tepatnya tanggal 6 Agustus 2018.

"Untuk hari ini, kami masih mendengarkan keterangan dari Murid serta Orangtua nya. Kami menyayangkan hal itu bisa terjadi," kata Pria bertubuh Kecil ini.

Tidak hanya itu, sambung Irfan, DPRD Kota Binjai melalui Komisi C, juga akan meminta Dinas Pendidikan Kota Binjai, untuk memberikan Sanksi dan tindakan tegas kepada Oknum Guru tersebut, jika memang nantinya terbukti bersalah.

"Kalau terbukti, kita akan minta kepada Dinas terkait, agar memberikan Sanksi yang tegas dan keras kepada Oknum itu," ucapnya, sembari mengatakan bahwa menurut kesaksian korban, hal ini sudah berulang kali terjadi di Sekolah tersebut, sehingga ada kesalahan di cara mendidiknya.

Dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh Oknum Guru terhadap Muridnya itu, terjadu pada hari Sabtu (28/7) sekira pukul 10.00 Wib lalu. Saat itu seluruh siswa di kelas FGL diminta guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berinisial S untuk mengeluarkan buku. Namun, saat giliran ditanyai soal mana buku pelajaran, dijawab oleh korban bahwa buku tersebut tertinggal dirumahnya.

Sayangnya, bukan nasehat yang diberikan S, melainkan tindakan penganiayaan kepada siswanya.

Tindakan penganiayaan terhadap korban oleh S, juga dibenarkan oleh empat teman satu lokal korban. Keempat teman satu lokal korban menyatakan, kalau mereka melihat kejadian perlakuan penganiayaan oleh S ke temannya. Bahkan, oleh teman-teman korban mengatakan, S juga pernah memukul murid lainnya.

“ Bapak itu orangnya suka mukul murid lainnya. Bahkan saya juga pernah dipukul di kepala sama bapak itu,” ucap Ais, Siswi atau teman satu lokal korban seraya membenarkan dirinya menyaksikan oknum guru berinisial S itu memukul Korban, yaitu Farel.

Kekerasan terhadap Farel yang dilakukan oknum guru berinisial S tersebut, kini telah dilaporkan ke Mapolres Binjai, Rabu (1/8) sore sekira pukul 15.30 Wib.

Laporan orang tua korban diterima oleh pihak SPK Polres Binjai dengan Nomor Laporan LPP/441/VIII/2018/SPKT-A dan telah ditanda tangani oleh Kanit SPKT Polres Binjai Aipda Irwan Sudianto, yang nantinya akan diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Sat Reskrim. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments