Sengketa Lahan Tak Kunjung Selesai, Warga Blokir Jalan



Ilustrasi Net

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Sebagai bentuk kekesalan terhadap PT Amal Tani, Warga Desa Sebertung, Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, Selasa (28/8/) memblokir jalan.

Pemblokiran dilakukan warga terkait sengketa lahan dengan PT Amal Tani. Masyarakat Desa Sebertung menganggap pihak PT Amal Tani telah merampas tanah milik mereka, sehingga masyarakat tidak mengijinkan kendaraan milik PT Amal Tani melintasi jalan tersebut.

Aksi pemblokiran jalan yang di lakukan oleh warga Desa berlangsung beberapa jam, sehingga membuat kendaraan yang akan mengangkut CPO milik PT Amal Tani tidak dapat melintas.

Kapolsek Bahorok AKP Tarmizi Lubis, yang mendapat informasi adanya pemblokiran jalan Desa oleh masyarakat, langsung bergerak menuju lokasi pemblokiran.
Kepada masyarakat setempat Tarmizi Lubis memberikan arahan kepada masyarakat agar membubarkan diri karena aksi ini sangat mengganggu ketertiban umum.

“Jika ingin mempersoalkan sengketa lahan bukan dengan melakukan aksi pemblokiran jalan, ada jalurnya, karena aksi ini sangat mengganggu ketertiban umum," kata Tarmizi Lubis.

Beberapa saat kemudian, masyarakat membubarkan diri dan membuka pemblokiran jalan Desa menuju PT Amal Tani.

Salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya menjelaskan bahwa persoalan ini sudah terjadi cukup lama, sekitar tahun 1962 dan sudah banyak memakan korban baik materi maupun korban jiwa.

"Kami hanya mempertahankan hak kami seluas 1.450 hektar, karena kami memiliki surat yang sah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Langkat. Namun yang kami heran, BPN Kabupaten Langkat juga mengeluarkan surat yang sama kepada pihak PT Amal Tani, dengan tahun surat yang lebih muda dari milik masyarakat, ini ada apa..?,” ujar salah seorang warga Desa yang enggan disebutkan namanya.

Diterangkan warga tersebut hal inilah yang menimbulkan permasalahan hingga kini. Selanjutnya, sebelumnya pihak PT Amal Tani sempat mengeluarkan hak masyarakat seluas 600 hektar karena pihak PT Amal Tani mendapat teguran dari Kementrian Pertanahan/Agraria.

“Jika lahan seluas 1.450 hektar tidak di kembalikan, kami akan memasang patok sendiri di areal PT Amal Tani, kami siap menerima konsekuensi apapun jika lahan tersebut tidak di kembalikan, ujar salah seorang warga Desa yang enggan disebutkan namanya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments