logo

Selain Kerap Bolos, Oknum ASN ini Juga Pernah Di Laporkan Ke Polsek Binjai Kota




Ilustrasi Net

Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), Mursadiq Daulay, pantas saja kerap bolos berdinas di Kantor Camat Binjai Kota. Selain kerap bolos, oknum ini juga di laporkan ke Kepolisian.

Disebut demikian, karena yang bersangkutan tidak hanya dilaporkan di Polres Binjai atas tuduhan dugaan penipuan dan penggelapan surat tanah. Di Mapolsek Binjai Kota, oknum ASN ini juga dilaporkan atas kasus yang sama.

Kanit Reskrim Polsek Binjai Kota, AKP J Perangin-angin membenarkan adanya laporan polisi dari pelapor yang bernama Hengky (47).

Warga Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota itu, melaporkan Mursadiq Daulay pada Selasa 20 Maret 2018.

"Kasusnya masih penyelidikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Binjai Kota, Senin (6/8).

Menurutnya, dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Mursadiq tentang kepengurusan surat tanah dengan mengambil kesempatan Program Nasional (Prona).

Dalam perkara ini, kata Kanit, korban dirugikan sebesar 43 juta.

"Keduanya saling kenal, berkawan pun. Cuma Binjai Kota belum ada Prona, tapi dia pernah. Tanah sudah diukur dan segala macamnya sudah diurus," jelasnya.

Hingga kini,‎ Mursadiq Daulay baru sekali memenuhi panggilan penyidik. Untuk panggilan kedua dan seterusnya, Mursadiq mangkir.

"Sampai ke Medan kami melacaknya. Bahkan, minta sama orang Polda juga. Dicari melalui GPS juga sudah," pungkasnya.

‎Sebelumnya, Nilwan Sahputra (42) warga Jalan T Imam Bonjol, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, yang melaporkan Mursadiq Daulay atas tuduhan penggelapan surat tanah ke Mapolres Binjai berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan Polisi Nomor 195/VII/2018/SPKT C Res Binjai.

"Mulanya ‎saya mengurus SK Camat. Diurus SK Camat, setahun yang lalu. Bayar 5 juta untuk pengurusan SK Camat tanah saya yang berada di depan rumah," kata bapak anak empat ini.

Menurutnya, Camat Binjai Kota Erni Siswati, mengajak pelapor untuk meningkatkan surat tanah dari SK Camat menjadi sertifikat. Kata korban, cukup merogoh kocek sebesar 20 juta untuk pengurusan Sertifikat tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Binjai. Walau uang tersebut sudah diberikan, namun hingga kini Sertifikat tanahnya belum keluar.

Nilwan menambahkan, uang 20 juta itu diserahkan kepada Sekcam Binjai Kota Mursadiq Daulay.

"Uangnya (20 juta) diserahkan setahun lalu. Tapi sampai sekarang, Sertifikat itu belum keluar. Mereka yang nawarkan diri untuk naikkan Sertifikat tanah tersebut," kata dia.

Dirinya juga mengaku sudah berulang kali mendatangi oknum ASN tersebut. Bahkan, sudah bertanya juga kepada Erni. Tapi, korban tak mendapatkan surat tanah berukuran 14x30 meter yang masih berstatus SK Camat tersebut.

"Berkasnya masih sama dia, saya pun ‎sudah bingung. Uang yang diterima Mursadiq diketahui oleh Camat," tukasnya.‎ (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.