Sebelum Ditangkap Ibrahim Hongkong Sempat Kunjungan Ke BNN Pusat



 

Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Nama Ibrahim Hasan atau lebih dikenal dengan sebutan Ibrahim Hongkong (45) memang tak asing lagi bagi masyarakat Langkat khususnya Pangkalan Susu, Besitang dan Pangkalan Brandan. Begitu juga dengan aparat. 

Sosok pria berbadan tegab yang menetap dikawasan Dusun II Bakti Desa PayaTampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, memang sudah lama dikenal sebagai “mafia” pemasuk barang barang terlarang dari Aceh menuju  Medan.

Oleh sebab itu, kabar diamankannya Ibrahim Hongkong oleh petugas BNN Pusat beberapa hari lalu, disambut beragam komentar warga. Ada yang mengatakan ahirnya Ibrahim ketangkap juga, sepandai-pandainya Ibrahim berlari ahirnya jatuh juga.

Tak sedikit juga menyangkan status anggota DPR yang disandang Ibrahim ikut tercoreng akibat ulahnya. Dari kabar yang dikumpulkan Metrolangkatbinjai.com,sebelum masuk diparlemen pada tahun 2014 lalu melalui jalur partai Nasdem, Ibrahim telah malang melintang didunia penyeludupan.

Barang ilegal yang waktu itu kerab di seludupkan Ibrahim Hongkong adalah pakaian bekas alias monza. Mengunakan dermaga-dermaga tikus yang ada di Pangkalan Susu dan Besitang, Ibrahim selalu berhasil memasukan ratusan bal pakaian bekas kedaerah ini

Tak hanya pakaian bekas saja yang dibisniskan Ibrahim, barang ilegal lainya seperti bawang merah dan gula pasir juga ia seludupkan. Berkat bisnis haramnya tadi, ekonomi Ibrahim terlihat baik dimana tunganganya selalu mobil-mobil mewah terbaru.

Nama Ibrahim kian berkibar di Pangkalan Susu. Namun, seiring berjalannya waktu Pemerintah membuat aturan tegas soal tidak bolehnya lagi pakaian bekas masuk kewilayah ini. Geliat bisnis Ibrahimpun berkurang diipakaian bekas tadi.

Ahirnya untuk menutupi kedoknya, pada tahun 2014 Ibrahim ikut mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif. Banyak yang telah menduga kalau status anggota DRD yang disandangnya hanya dijadikan kamuplase saja menutupi bisnis gelapnya.

Dengan keuanganya yang mapan, Ibrahim menang mudah di Pangkalan Susu dan iapun terpilih sebagai salah seorang anggota DPRD Langkat periode 2014-2019. Selama duduk di DPRD Langkat sosok ibrahim dikenal biasa-biasa saja, orangnya jarang ngomong-ngomong artinya lebih banyak diam, “ Ujar Ketua DPD Nasdem Kab Langkat Ajai Ismail SE ketika dkonfirmasi metrolangkatbinjai.com

Dan yang menariknya, dibulan Oktober 2016 lalu, Ibrahim Hongkong bersama anggota Komisi A DPRD Langkat lainya yang dipimpin Ketuanya Drs H Sraikat Bangun mengadakan kunjungan sekaligus konsultasi ke kantor BNN Pusat.

Saat itu yang menjadi pembahasan soal maraknya peredaran dan penyalah gunaan Narkoba. Anggota Komisi A DPRD Langkat yang ikut ketika itu, Wakil Ketua DPRD Langkat H Sapta Bangun SE, Wakil Ketua Donny Setha ST wakil Ketua Komisi A Raja Kamsah Sitepu, Sekertaris Komisi A Jumari S, Ibrahim Hasan (Ibrahim Hongkong-red), Paino, Agus Salim, Suria Darma Ginting, Riza Kaban SE dan staf ahli komisi A Nanang Susianto S.Pd.i

Dalam pertemuan itu,komisi A DPRD Langkat diterima Kepala BNN RI Komjen Budi Waseso dan Deputi bidang pemberantasan narkotika Irjen Pol Arman Depari didampingi KSB TU De Berantas Karno Adhi S. SPRI Deputi Meri Anbar dan staf OPS DEP Fathurrahman.

Saat pertemuan Komisi A DPRD Langkat banyak memberikan masukan terutama membicarakan permasalahan yang berkaitan dengan peredaran, penyalahgunaan dan pemberantasan narkoba yang menjadi ordinary crime. 

Dan dua tahun pasca pertemuan tersebut, Ibrahim Hongkong yang ketika itu ikut sebagai wakil rakyat yang berbicara narkotika dihadapan deputi penindakkan Irjen Pol Arman Depari, hari ini malah ditangkap oleh sang jendral atas kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 105 Kg dan 30 ribu butir Pil ektasi. (yong)       
  

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments