Rapat Mediasi Antara PTPN II Dengan Masyarakat Penggarap Belum Menemukan Kesepakatan





Rapat mediasi pemberian tali asih di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat

Langkat-Metrolangkatbinjai.com
Rapat Mediasi pemberian tali asih kepada masyarakat penggarap/Kelompok Tani Desa Nambiki Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai, di langsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Jalan T Amir Hamzah No 1 Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (6/8).

Hadir dalam Rapat Mediasi tersebut Asisten I Pemkab Langkat Abdul Karim, Perwakilan Dirut PTPN II Tanjung Morawa di wakili Iwan PA dan Nur Kamal, GM Area PTPN II Zulham, Manager Kebun PTPN II Kebun Padang Brahrang Ir Sarkawi Daulay, Ka BPN Kabupaten Langkat Drs Moren Naibaho Msi, Kabag Ops Polres Binjai Kompol Zulkarnain Sinulingga, Kasat Intekam Polres Binjai AKP Gunawan Pane, Kapolsek Selesai AKP Zakaria, Pasi Ter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf A. Bustami, Kabag Tapem Pemkab Langkat DRS Raja Nami Sembiring, Kabag Hukum Pemkab Langkat diwakili oleh Rahmat dan Elwin, Camat Selesai Eka Depari ,SSTP, Danramil 02/Selesai Kapten Inf Kasta Ginting, Pengacara masyarakat penggarap di wakili an. Elida Nainggolan SH, serta Masyarakat penggarap kelompok tani Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai yang berjumlah sekitar 60 orang.

Dalam Rapat Mediasi ini, Perwakilan PTPN II, Nur Kamal, mengatakan bahwa pihak PTPN berencana untuk mengelola seluruh Areal yang berada di Sertifikat HGU No 1 Padang Brahrang, yang saat ini diusahai, digarap dan ditempati oleh warga masyarakat penggarap di Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai, sehingga warga masyarakat diminta untuk memahami/ mengosongkan lahan dengan sukarela.

"PTPN II akan menghargai serta mencari kesepakatan dengan masyarakat penggarap untuk membicarakan hal pemberian tali asih," kata Nur Kamal.

Sementara itu, Perwakilan dari masyarakat penggarap Sampoiniat Sembiring, dalam Rapat Mediasi tersebut menerangkan beberapa hal, di antaranya mengatakan bahwa Masyarakat penggarap sudah 18 tahun berada di lahan milik PTPN II, dan selama ini sudah mengusahai dan membangun rumah di lahan tersebut.

Sampoiniat Sembiring juga mengatakan Bahwa seluruh masyarakat penggarap tidak mengetahui sama sekali tentang sertifikat HGU No 1 Padang Brahrang, yang terletak di Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai.

"Seluruh masyarakat penggarap Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai, tidak setuju dengan tindakan PTPN II yang akan memberikan tali asih terkait dengan rencana pembersihan lahan," ucap Sampoiniat Sembiring.

Dirinya juga menambahkan bahwa masyarakat penggarap tidak akan menerima pemberian tali asih dari pihak PTPN II.

"Saat ini masyarakat penggarap sedang berjuang dengan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk membatalkan Sertifikat HGU No 1 Padang Brahrang, yang berada di Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai," sambung Sampoiniat.

Di tempat yang sama, Pengacara dari masyarakat penggarap, Elida Nainggolan, juga menolak rencana itu. Dirinya meminta kepada pihak PTPN II untuk tidak melakukan pembersihan di areal yang selama ini sudah ditempati oleh masyarakat penggarap.

"Untuk pemberian tali asih, hendaknya pihak PTPN II bersedia mengeluarkan lahan yang diklaim sebagai HGU, menjadi milik masyarakat penggarap," tegas Elida.

Karena mendapat penolakan dari masyarakat Penggarap, pihak PTPN II yang di wakili oleh Iwan PA menjelaskan, bahwa pada tahun 1974, Areal di Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, sudah ditanami dengan tanaman Sawit oleh PTPN II. Kemudian, tanaman Sawit tersebut di Replanting pada tahun 2000, dimana pada tahun tersebut terjadi pertikaian antara PTPN II dengan Masyarakat, sehingga pengerjaan sementara waktu dihentikan.

Lanjut Iwan PA, pada tahun 2018, PTPN II bertekad melakukan pembersihan Areal dengan meminta bantuan dari pemda setempat. Pihak PTPN II berharap agar program tersebut dapat diterima oleh masyarakat dan apabila masyarakat tidak menghendaki, maka PTPN II tidak akan melanjutkan.

"Dalam hal berbicara, seharusnya berdasarkan alas hak. Dimana PTPN II dengan berdasarkan alas hak sertifikat HGU no 1 Padang Brahrang, akan melakukan pembersihan di areal Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai," ungkap Iwan PA.

Adapun tujuan diadakannya Rapat Mediasi pemberian tali asih, lanjut Iwan PA, adanya rencana dari pihak PTPN II Kebun Padang Brahrang, Kecamatan Selesai, yang akan mengusahai lahan kembali di Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai, sesuai dengan Sertifikat HGU No 1 Padang Brahrang, Tahun 1991 yang sebahagian besar lahan tersebut sudah diusahai, digarap dan dibangun oleh masyarakat penggarap.

lanjutnya, bahkan sampai saat ini, Sertifikat HGU No 1 Padang Brahrang yang dikeluarkan pada tahun 1991, masih berstatus Dokumen yang sah yang belum di revisi dan berlaku sampai dengan tahun 2020.

Rapat Mediasi yang berjalan alot tersebut akhirnya belum menemukan kesepakatan. Sebab, masyarakat penggarap Desa Nambiki, Dusun Idaman Hati, Kecamatan Selesai, tidak mau menerima tali asih dari pihak PTPN II Kebun Padang Brahrang.

Masyarakat penggarap juga meminta kepada pihak PTPN II, agar menunggu hasil Putusan dari sidang gugatan di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negeri) Kota Jakarta. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon