Polsek Kuala Dinilai Tak Becus Tangani Laporan Pengaduan Korban Penganiayaan


KUALA – Metrolangkatbinjai.com

Aksi pungli dan yang dilakukan sekelompok preman di sekitar jalan Desa Tanjung Keriahan, Kec.Serapit, Kab.Langkat, terhadap para supir truk yang masuk dan keluar melintasi jalan tersebut, sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan.

Apalagi, kegiatan pungli yang berbau pemerasan yang dilakukan sekelompok oknum preman setempat, dengan cara mewajibkan para supir truk memberikan sejumlah uang sebesar Rp30 ribu per truk untuk sekali melintas, baik yang bermuatan barang seperti material galian C atau pun truk belum bermuatan.

Ironisnya, bagi para supir truk yang tidak mampu membayar disebabkan kehabisan uang jalan karena untuk menutupi pembelian material serta kerusakan kendaraan, para oknum preman tersebut tidak segan-segan melakukan penganiayaan kepada para supir itu.

Informasi yang diperoleh Metro Langkat dari para supir, aksi pungli yang dilakukan para oknum preman tersebut dilakukan setiap hari dan berlangsung cukup lama.

Seperti yang dialami salah seorang korban, Parno (48), yang merupakan anggota salah satu ormas kepemudaan Ikatan Pemuda Karya di Kec.Serapit, warga Sena Berube, Kec.Selesai, Kab.Langkat.

Menurut rekan korban yang menyaksikan aksi penganiayaan tersebut menjelaskan, bahwa korban saat itu datang bersama rekannya menggunakan mobil untuk menyaksikan perihal pungli atas laporan supir truk yang menjadi korban pemerasan serta pemukulan oleh sejumlah oknum preman yang dilakukan Malem Krina Ginting alias Rina CS.

Aksi pemukulan tersebut terjadi pada saat korban Parno turun dari dari kendaraannya, Senin (23/7) lalu, sekitar pukul 11 siang. Tiba-tiba datang sekelompok oknum preman setempat yang dipimpin terlapor Rina, langsung melakukan pemukulan serta pengeroyokan terhadap korban.

Meski korban Parno saat itu datang bersama keempat rekannya, mereka tidak melakukan perlawanan.

Akibat aksi pengeroyokan brutal itu, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

Usut-punya usut, aksi pemukulan yang dilakukan sekelompok preman setempat itu ternyata terkait atas aksi pungli dan penganiayaan salah seorang supir yang merupakan rekan korban.

“Waktu itu sekitar jam 11 siang, korban dipukuli oleh sekelompok oknum preman yang dipimpin Malem Krina Ginting yang lebih dikenal dengan panggilan Rina bersama rekan-rekannya diantaranya Rudi Sembiring, Sadakata Sembiring, Lamen Sitepu Karo Karo alias Baret, Jugno, Timras PA serta Lingga. Kita juga heran dengan aksi penganiayaan serta pengeroyokan itu,” ujar rekan korban kepada Metro Langkat, Selasa (14/8) petang.

Menurut rekan korban dan merupakan salah seorang saksi itu, mereka sengaja tidak melakukan perlawanan dan lebih memilih melaporkan aksi penganiayaan itu ke Polsek Kuala dan diterima Ipda Andri Gg Siregar SH, dengan Nomor LP : 35/VII/2018/LKT/SEK KUALA tanggal 23 Juli 2018.

Dari pelaporan tersebut, petugas Sat Reskrim Polsek Kuala yang dipimpin Ipda Andri Gg Siregar, berhasil menangkap 2 orang pelaku, yakni Timres PA dan Lingga. Keduanya hingga kini dikabarkan masih meringkuk di sel Mapolsek Kuala.

Sayangnya, para pelaku terlapor lainnya seperti Malem Krina Ginting alias Rina, Rudi Sembiring, Sadakata Sembiring dan Lamen Sitepu Karo Karo dan Jugno, menurut keterangan rekan korban, masih dibiarkan bebas melakukan aksi kegiatan punglinya terhadap para supir truk yang melintas di jalan Desa Tanjung Keriahan, Kec.Serapit.

Sehingga kabar tak sedap mengenai kinerja jajaran petugas Polisi di Mapolsek Kuala itu yang menyebutkan bahwa Polsek Kuala tak mampu menindak tegas aksi premanisme di wilayah hukumnya, menjadi perbincangan hangat para supir.

“Tolonglah, Pak. Kami ini sebenarnya rugi dengan aksi pungli para preman itu. Uang yang mereka minta itu sebenarnya merupakan penghasilan kami. Dengan adanya aksi pungli di beberapa titik itu, gaji yang kami terima sangat pas-pasan untuk buat belanja di rumah sehari-hari,” keluh beberapa supir yang sempat dikonfiremasi media ini.

Sementara itu, Kapolres Langkat,  AKBP Dedy Indri Yanto SIK, M.Si, melalui Kapolsek Kuala AKP Antony Sunamo SH, saat dikonfirmasi Metro Langkat terkait aksi premanisme yang melakukan pemalakan para supir truk, serta penanganan pelaporan kasus penganiayaan korban Parno yang dilakukan sekelompok oknum preman bernama Malem Krina Ginting CS, mengatakan untuk membicarakannya besok (hari ini-Red) Rabu, (15/8).

“Mengenai permasalahan pelaporan kasus penganiayaan itu, kayaknya lebih bagus besok aja kita ketemu. Karena saat ini saya sedang periksa kesehatan. Besok akan kita paparkan semua,” ujar Antony singkat, melalu hubungan WhatsApp, Selasa (14/8) malam.

Para supir meminta agar Kapolres Langkat, AKBP Dedy Indri Yanto SIK, M.Si, segera menyikapi keluhan para supir serta pengguna jalan yang melintas di jalan Desa Tanjung Keriahan, Kab.Langkat, untuk kenyamanan dan keamanan warga. Terlebih untuk menuntaskan kasus penganiayaan yang beberapa para pelaku terlapor masih dibiarkan bebas menjalankan aksi pemalakan para supir.(RED)






Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments