Pasca OTT di UPTD Pendidikan Tersangka Akui Pengutipan Tersebut Atas Inisiatifnya


Polres Langkat gelar temu Pers pasca OTT Oknum Ka UPT. 


Stabat - Metrolangkatbinjai.com

Pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan personel Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Langkat di ruang kantor UPT Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Kutambaru, sampai saat ini kasusnya masih terus didalami.

"Sampai saat ini kita masih terus memeriksa tersangka yang terkena OTT dan kasusnya masih dalam pengembangan, " ujar Waka Polres Langkat Kompol Hendrawan didampingi Kasat Reskrim AKP M Firdaus dan Kanit Tipikor Iptu B Ginting, Kamis (16/8) sore.

Dijelaskannya, berdasarkan pengakuan tersangka saat kita periksa, dana yang diperoleh dari kepala sekolah berasal dari uang sertifikasi guru dan pengutipan tersebut atas inisiatifnya saja.

"Pengutipan yang dilakukan tersangka dari kepala sekolah berasal uang sertifikasi guru, atas inisiatifnya sendiri dan belum ada mengarahkan kepada pihak lainnya," jelasnya.

Kemudian barang bukti yang diamankan dalam peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu diantaranya amplop kuning bertuliskan SD 41 Namotongan dengan uang Rp 600 ribu, amplop putih bertuliskan SD Cangkulan  yang didalamnya terdapat uang Rp 950 ribu, amplop kuning bertuliskan Mulana PA Rielina Rih Sogong terdapat uang Rp 400 ribu, uang tunai sebanyak Rp3,2 juta.

Sementara untuk saksi yang dimintai keterangan hingga kini sudah mencapai 12 orang terdiri kepala sekolah, penjaga sekolah maupun operator komputer sekolah, ujarnya.

Penangkapan terhadap tersangka M (51) oknum PNS Koordinator UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru, ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti dimana saat itu tersangka ini sedang menerima amplop berisikan uang, lalu petugas meminta tersangka untuk mengeluarkan amplop yang diterima, ujarnya.

Nantinya, sambung Waka Polres Langkat, tersangka akan dijerat pasal 12 huruf e Jo Pasal 12 huruf f UU RI. No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan
paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliyar, pungkasnya.(lim)




Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments