Oknum ASN Pemko Binjai Di Duga Gelapkan Surat Tanah




 Foto ilustrasi net.



Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Oknum Aparatur Sipil Negara berinisial MD, diduga menggelapkan surat tanah milik Nilwan Sahputra (42) warga Jalan T Imam Bonjol, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota.

Oleh korban, tindak pidana dugaan penggelapan tersebut dilaporkan ke Mapolres Binjai berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan Polisi Nomor 195/VII/2018/SPKT C Res Binjai.

"Mulanya ‎saya mengurus SK Camat. Diurus SK Camat, setahun yang lalu. Bayar 5 juta untuk pengurusan SK Camat tanah saya yang berada di depan rumah," kata Bapak dengan empat orang anak ini, Kamis (2/8).

Menurut Nilwan Sahputra, Camat Binjai Kota Erni Siswati, mengajak pelapor untuk meningkatkan surat tanah dari SK Camat menjadi sertifikat.

"Kata Camat, cukup menyediakan uang 20 juta untuk pengurusan Sertifikat tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Binjai," beber Nilwan.

Lebih lanjut di katakan Nilwan Sahputra, walau pun uang tersebut sudah di serahkan, namun hingga kini Sertifikat tanahnya tak kunjung di keluarkan oleh BPN.

dirinya juga membeberkan bahwa uang 20 juta itu diserahkan kepada Sekcam Binjai Kota, Mursadiq Daulay, yang merupakan adik kandung Sekdako Binjai.

"Uang 20 juta itu saya serahkan sekitar setahun lalu. Tapi sampai sekarang Sertifikat itu belum keluar. Padahal mereka yang menawarkan diri untuk menaikkan menjadi Sertifikat tanah tersebut," ujar Nilwan.

Di akui Nilwan, dirinya sudah berulang kali mendatangi oknum ASN tersebut. Bahkan, sudah bertanya juga kepada Erni Siswati. Namun, dirinya tak mendapatkan Sertifikat Surat tanahnya yang berukuran 14x30 meter, dan masih berstatus SK Camat tersebut.

"Berkasnya masih sama dia, saya pun ‎sudah bingung ini. Uang yang diterima MD, juga diketahui oleh Camat," tukasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno, membenarkan adanya laporan tersebut. Dalam laporan tersebut, korban merasa dirugikan dengan nilai 20 juta.

"Kami sudah panggil dia (terlapor) selama dua kali, tapi tidak datang. Panggilan ketiga ini akan dijemput paksa kalau tidak datang," tegas Kasatreskrim. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon