Meski Dualisme,KNPI Binjai Tunjukkan Kebersamaan

Dua Ketua DPD KNPI Binjai tampak salam komando membuktikan kalau KNPI Binjai tetap kompak. (putra)

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Panggilan yang dilayangkan Polres Binjai terhadap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Arif Rahman Nasution, untuk dimintai keterangan terkait indikasi penyelewengan anggaran bantuan sosial, dinilai dapat memicu perpecahan organisasi kepemudaan di Kota Binjai.

Tindakan penyidik khususnya Sat Reskrim Polres itu direspon langsung oleh Ketua DPRD Kota Binjai, Zainuddin Purba SH, Kamis (2/8) malam.

Menurut politisi Golkar ini, dirinya sangat kecewa dengan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Tipikor Polres Binjai terhadap Arif Rahman. Sebab, hanya berdasarkan laporan yang belum memiliki kejelasan, penyidik dengan mudahnya mengundang Ketua KNPI untuk dimintai keterangan.

"Saya sangat kecewa dengan Polres Binjai cq Sat Reskrim. Semestinya mereka harus paham masalah yang sebenarnya. Jangan asal mengundang yang seolah-olah penyelewengan anggaran itu benar," tegasnya.

Zainuddin Purba juga mengaku heran dengan laporan tersebut. Sebab, laporan yang sampai ke Unit Tipikor Polres Binjai terkait dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2017-2018.

"Berdasarkan hasil audit BPK, anggaran tahun 2017 tidak ada temuan. Sementara untuk tahun 2018 masih berjalan dan belum ada hasil audit. Ini kan lucu, jadi kesannya undangan itu dipaksakan," ucapnya.

Seharusnya, lanjut mantan Ketua KNPI Kota Binjai ini, Polres Binjai harus mendudukkan dua kepengurusan KNPI secara bersama.

"Kalau langsung dimintai keterangan seperti ini, sudah pasti membuat resah organisasi kepemudaan. Bahkan menimbulkan opini presiden buruk bagi kepengurusan Arif Rahman. Jangan gara-gara ini organisasi kepemudaan yang sudah akur menjadi berselisih paham," ucapnya.

Tokoh pemuda yang akrab disapa Pak Uda ini juga menyampaikan, proses pemeriksaan terhadap Arif Rahman setidaknya memiliki indikasi 'permainan' atau sponsor dari oknum tertentu.

"Kalau penyidik sangat sigap menyikapi laporan terkait persoalan  ini, maka dalam waktu dekat kami dari DPRD Binjai akan melayangkan surat secara resmi ke Polres Binjai agar menindak usaha galian C di Bhakti Karya.

 Galian itu sudah seperti Danau Toba, tapi sampai sekarang tidak pernah ditindak meski sudah merusak lingkungan," cetus Zainuddin.

Sementara itu, untuk antisipasi adanya perpecahan di tingkat organisasi kepemudaan, Ketua KNPI Arif Rahman dan Ketua KNPI Rudi Baros versi Jakarta, mengundang 61 organisasi kepemudaan yang ada.

Dari pertemuan yang berlangsung, Arif dan Rudi sama-sama mengakui tidak pernah berselisih. Sehingga mereka berharap, agar organisasi kepemudaan dibawah binaan KNPI untuk tidak terpancing emosi.

"Laporan itu katanya dari LSM. Kalau saya pribadi, tidak ada membuat laporan. Jika dari pengurus kami yang lain membuat laporan saya tidak tahu. Karena tidak ada berkoordinasi dengan saya," kata Rudi Baros Ketua KNPI versi Jakarta.

Arif juga menegaskan, kalau dirinya dan Rudi sepakat mendukung program Kota Binjai sebagai bukti tidak adaanya perselisihan pemuda.

"Makanya malam ini kami menunjukkan kebersamaan tersebut," kata Arif sambil bersalaman dan foto bersama dengan para pengurus organisasi kepemudaan.


Show EmoticonHide Emoticon