Merasa Ditipu, Syarifuddin Adukan Nasibnya Ke Rumah Aspirasi Binjai




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Sebagai salah seorang Konsumen yang melakukan Kredit Sepeda Motor, Syarifuddin (28) Warga Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, mengaku Kecewa dengan PT Summit Oto Finance Kota Binjai.

Sebab, saat dirinya diundang untuk datang menandatangani Surat ke Kantor yang bergerak di bidang Pembiayaan tersebut yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah Kecamatan Binjai Utara, malah di minta untuk menandatangani Surat Penarikan Sepeda Motor nya.

Menurut Syarifuddin, kekecewaan dirinya itu bermula dari di tariknya Sepeda Motor Vario BK 5764 RAW, yang sudah melakukan kredit selama 15 Bulan, dan baru menunggak Pembayarannya selama 1 Bulan. Namun, Sepeda Motor itu langsung diambil PT Summit Otto Finance.

"Saya baru Sebulan menunggak pembayaran, tapi kok di tarik dan langsung di masukkan ke Gudang. Pada waktu Kredit Sepeda Motor, saya memakai DP 5 Juta dan perbulan saya harus membayar 776 Ribu," bebernya.

Tidak hanya itu, sambung Syarifuddin, sesampainya di Kantor tersebut, dirinya di mintai sejumlah uang yang peruntukannya sebagai uang tarik.

"Kalau di kasi uang tarik, maka saya baru bisa melanjutkan Kreditnya lagi," ucap Syarifuddin.

Merasa dirugikan, akhirnya Syarifuddin melaporkan dan menceritakan Prihal yang menimpa dirinya ke Rumah Aspirasi Jonita Agina Bangun.

"Benar, ada Pengaduan dari Masyarakat yang merasa di rugikan oleh salah satu Kantor Pembiayaan yang berkantor di Kota Binjai," beber Jonita, saat di temui awak media, Jumat (31/8).

Menindaklanjuti hal itu, lanjut Jonita Agina Bangun yang juga Legislator dari Partai Hanura, dirinya menyarankan Syarifuddin untuk menyurati Komisi B DPRD Binjai, Polres Binjai, Polsek Binjai Utara, Camat dan Lurah.

"Hal itu untuk menjadi pertimbangan dan segera di sikapi. Setelah mereka melapor ke DPRD, kita akan sikapi agar tidak terulang lagi ke orang lain," ungkap Jonita, yang juga duduk sebagai Anggota di Komisi B DPRD Binjai.

Lanjutnya, sesuai Undang Undang tentang Fidusial No 42 tahun 1999, melarang Showroom atau Leasing menyita kendaraan, dan bisa di Pidana sesuai Pasal 365 KUHP.

"Tidak hanya itu, Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2011, melarang eksekusi penyitaan bila tidak ada Sertfikat Vidusial dan penyitaan  harus di dampingi Polisi atau perintah Hakim," katanya.

Untuk itu, Jonita Agina Bangun berharap kepada Leasing yang lainnya, agar jangan lagi terjadi Penarikan Sepeda Motor ataupun Mobil secara semena mena kepada warga lainnya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments