Merasa Ditipu, Konsumen PT SOF Akan Laporkan Perusahaan Tersebut Ke Polres Binjai




Foto : ilustrasi Net

Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Konsumen PT Summit Oto Finance yang bernama Riki, merasa dirugikan oleh salah satu Perusahaan Pembiayaan (Leasing).

Pasalnya, warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, diminta untuk membayar angsuran sepeda Motor Honda Vario tahun 2017 sebesar 982.100 ‎sebanyak empat kali. Padahal, menurut pengakuan korban, dirinya hanya menunggak angsuran Sepeda Motor warna birunya sebanyak dua kali.‎

"Hari Kamis (9/8) lalu, petugas Leasing atas nama Ardi datang ke rumah. Dia minta untuk bawa Sepeda Motor ke Showroom karena pembayaran yang nunggak sudah jatuh tempo. Lalu kami diminta datang pada Selasa (14/8) kalau sudah ada uang," ujar Riki.

Tiba waktunya untuk membayar dengan membawa uang angsuran yang menunggak Dua bulan, Riki malah tidak mendapatkan Sepeda Motornya. Kata Riki, perusahaan Leasing mengatakan kalau Sepeda Motor yang sudah diangsurnya sebanyak 14 kali itu masuk dalam pelelangan.

Riki melanjutkan, dirinya menerima surat dari PT Summit Oto Finance tanpa ditandatangani Zulfikar selaku Branch Manager. Surat tersebut berbunyi, bahwa keputusan dari Komite Kredit PT Summit Otto Finance menegaskan bahwa fasilitas tersebut harus dilunasi secara keseluruhan yakni sebesar 17.800.000 sampai dengan posisi tanggal 16 Agustus 2018.

Untuk itu, isi surat tersebut, PT Summit Oto Finance memberi waktu kepada korban untuk menjual atau memasarkan sendiri kendaraan tersebut dan menyelesaikan seluruh kewajibannya paling lambat 16 Agustus 2018.

Dalam surat itu, korban juga diancam jika sampai dengan tanggal tersebut korban belum melunasinya, maka kendaraan itu akan dijual PT Summit‎ Oto Finance.

"Surat tersebut hanya berstempel PT Summit Oto Finance Binjai. Kami juga rencana mau buat laporan ke Polres Binjai atas dugaan pemerasan. Sebab, dua bulan yang nunggak, kenapa harus bayar empat bulan angsurannya," sesalnya.

Dikonfirmasi, ‎Ardi, petugas yang mendatangi kediaman korban tidak dapat menjabarkan aturan yang menyatakan harus membayar empat bulan. Menurutnya, soal tersebut sudah diujarkan kepada pimpinan perusahaannya.

"Itu urusan perusahaan. Aturan itu dari orang itu, kita hanya pekerja. Hanya ikuti perintah atasan saja," ujarnya.

Disoal siap atau tidak PT Summit Oto Finance dilaporkan konsumennya ke Mapolres Binjai atas dugaan pemerasan, kata Ardi, pihaknya tak gentar.

"Soal pelelangan itu, saya kurang tahu. Kata Manager saya, jangan campuri," tandasnya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments