Masih Dalam Proses Hukum, PT Binjai Duraman Indah Lestari Kecewa Dengan Adanya Okupasi Di Tunggurono




Lahan yang di Okupasi di Kelurahan Tunggurono

Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Manager PT Binjai Duraman Indah Lestari, Roy Ronaldo, merasa keberatan dengan adanya Okupasi (Pembersihan lahan) yang di lakukan oleh pihak PTPN ll, di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur.

Sebab, lahan yang berada di daerah tersebut, menurut Roy Ronaldo, masih dalam sengketa atau masih dalam Proses hukum, dimana dalam hal ini PT Binjai Duraman Indah Lestari "menggugat" PTPN II.

Akibat Okupasi yang di lakukan oleh pihak PTPN II, lanjut Roy, PT Binjai Duraman Indah Lestari mengalami kerugian hingga Rp 400 Juta. Adapun kerugian tersebut karena tanaman yang ada di lahan Okupasi, di ratakan oleh pihak PTPN II.

"Bukan hanya tanaman saja yang rata dengan tanah di lahan sekitar 70 hektar, Puluhan Plank yang sudah kami pasang juga raib entah kemana. Plank itu kami pasang agar masyarakat tau kalau lahan tersebut masih dalam Proses hukum," ucap Roy dengan nada kecewa, Minggu (5/8).

Merasa di rugikan dengan rusaknya tanaman dan hilangnya Plank itu, akhirnya PT Binjai Duraman Indah Lestari yang di wakili oleh Roy Ronaldo, melaporkan hal itu ke Polres Binjai dengan Nomor Laporan Polisi : LP/386/VII/2018/SPKT B, tertanggal 15 juli 2018.

Pada kesempatan itu, Roy Ronaldo juga mengatakan bahwa PT Binjai Duraman Indah Lestari (Penggugat), telah memenangkan gugatannya kepada PTPN II (tergugat) hingga ke Tingkat Mahkamah Agung.

Hal itu sesuai dengan Putusan Pengadilan Negeri Binjai Nomor : 04/PDT.G/2013/PN-BJ 24 JUNI 2014 JO. Putusan Pengadilan Tinghi Medan, Nomor : 338/PDT/2015 PT-MDN, tanggal 14 Desember 2015. Serta Putusan MK RI NO 34 K/PDT/2017/29 Maret 2017.

"Tapi sepertinya akan di lakukan PK (Peninjauan Kembali). Artinya, harus ada alat bukti yang baru," beber Roy.

Menurut Roy Ronaldo, PT Binjai Duraman Indah Lestari melakukan gugatan berdasarkan SK BPN Pusat Nomor 42 tahun 2002, yang menyatakan bahwa Lahan seluas 560 Hektar yang terletak di Kelurahan Tunggurono,  tidak di perpanjang lagi Hak Guna Usaha (HGU)nya. Sementara 672 Hektar di perpanjang HGU nya, namun lokasinya berada di Kabupaten Deli Serdang.

"Pada saat saya bertemu di lokasi Okupasi, pihak PTPN II yang di wakili oleh Bapak Abraham Sitompul, mempunyai bukti Sertifikat dari BPN Deli Serdang dengan Nomor 54 dan 55. Tapi kenapa Alat bukti tersebut tidak di ikut sertakan sebagai Alat bukti di saat persidangan. Ada apa ini," beber Roy penuh tanya, sembari mengatakan jika pertemuan tersebut juga di saksikan Kasat Intel Polres Binjai beserta anggotanya.

"Di Sertifikat itu tertulis Desa Tunggurono, kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dan di keluarkan pada Tahun 2003. Kan lucu saja lihatnya, pada tahun 2003 berarti Kelurahan Tunggurono berada di Kabupaten Deli Serdang. Lihat dong PP Nomor 10 tahun 1986, tentang perluasan Tapal Batas Kota Binjai," sambung Roy Ronaldo.

Begitupun, Roy Ronaldo mengakui jika PTPN II mempunyai HGU yang ijinnya hingga 2028.

"Sepengetahuan saya memang ada HGU yang ijinnya hingga 2028, tapi lokasinya dimana dulu. Jangan asal asalan dong," tutupnya. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon