Lima Terdakwa Korupsi Pengadaan Alkes Kembali Di Sidangkan



Foto ilustrasi Net

Medan-Metrolangkatbinjai.com

Lima terdakwa Korupsi pengadaan al‎at kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai dituntut. Pembacaan tuntutan tersebut dibacakan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Victor Antonius Saragih Sidabutar, di Ruang Sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Kamis (30/8).

Kelima terdakwa dimaksud yakni, mantan Direktur Utama RSUD Djoelham dr Mahim Siregar, Suryana Res sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Cipta Depari sebagai Unit Layanan Pengadaan RSUD Djoelham, Suhadi Winata sebagai Ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa serta Teddy Low sebagai Direktur PT Mesarinda Abadi.

"Ya mereka sudah dituntut," jelas Victor Antonius, Jum'at (31/8).

Berdasarkan fakta persidangan, kata Victor, Teddy Low adalah pelaku utama sekaligus mengotaki jalannya pengadaan tersebut.

"Dia sebagai pelaku utama dengan inisiatif dia (Teddy), kepada Kimia Farma dan juga kepada ULP, Pokja, PPK," sambung Kajari Binjai ini.

Sayangnya, sambung Kajari, belum dapat mengetahui pasti aliran uang itu kemana saja. Menurut Kajari, yang mengetahui aliran uang kemana saja hanya Teddy Low dan Tuhan yang tau. Bahkan, Teddy Low juga yang mengatur penggelembungan harga tersebut.

"Karena tidak ditemukan dalam fakta persidangan juga. Namun yang pasti, masuknya melalui Teddy Low," tukasnya.

Sementara itu, kelima terdakwa masing-masing melalui Kuasa Hukum mengajukan Pledoi dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sontan Sinaga. Pembacaan pledoi ‎akan dibacakan setelah dua pekan dari baca tuntutan.

Teddy Low dituntut 8 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dengan uang pengganti Rp 4.774.334.262 subsider 3 tahun 9 bulan penjara. Surya Res dituntut 6 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Cipta Depari dituntut 6 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara, dr Mahim dituntut 5 tahun penjara denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara dan Suhadi Winata dituntut 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara.

 JPU menilai, Teddy Low melanggar Pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan keempat terdakwa melanggar Pasal 3. Sedangkan, dua tersangka lainnya belum disidang. Yakni, Feronica selaku Direktur PT Petan Daya Medica dan Budi Asmoro selaku Kacab ‎Kimia Farma tahun 2012.

Ketujuh tersangka merugikan negara hingga Rp 3,5 miliar dari pagu Rp 14 miliar yang bersumber dari APBN 2012. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments