KPU Binja Tidak Loloskan 13 Bacaleg




Binjai-Metrolangkatbinjai.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai tidak meloloskan 13 bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ‎menjadi daftar Calon Sementara. Dari jumlah itu, 7 Bacaleg dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan 6 diantaranya tidak mengajukan perbaikan.

Hal itu terungkap ‎dari penyampaian hasil Verifikasi perbaikan dan Validasi DCS yang digelar di Aula KPU Kota Binjai, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai Barat, Sabtu (11/8).

Penyampaian hasil Verifikasi perbaikan dan validasi DCS itu dibuka Ketua KPU Binjai Herry Dani, didampingi Sekretaris Syariful Azmi Nasution dan para komisioner.

"Awalnya ada 401 Bacaleg yang mendaftar ke KPU Binjai. Setelah dilakukan verifikasi, ditetapkan 388 Bacaleg yang ditetapkan sebagai DCS," ujar Sekretaris KPU Binjai Syariful Azmi Nasution, Minggu (12/8).

Dirinya menguraikan, 7 Bacaleg ditetapkan TMS itu diantaranya, 2 Bacaleg dari Partai Kebangkitan Bangsa, 2 Bacaleg Partai Solidaritas Indonesia. Sementara 1 Bacaleg yang dinyatakan TMS masing-masing dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Berkarya dan Partai Persatuan Pembangunan.

"Sedangkan Bacaleg yang tidak mengajukan perbaikan ‎saat masa perbaikan pada 22 Juli 2018 sampai 31 Juli 2018 ada 6 Bacaleg. Satu Bacaleg dari PKB dan 5 Bacaleg dari PBB," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PBB Kota Binjai, Yoga Hamagaon ‎membenarkan, ada 5 Bacaleg dari Partai besutan Yusril Ihza Mahendra yang tidak melakukan perbaikan.

"Yang 5 orang itu tidak melengkapi berkas Administrasi saat persyaratannya. Bukan karena persoalan apapun," ujarnya.

Hingga kini, kelima Bacaleg yang tidak mengajukan perbaikan dari PBB, kata Yoga, tidak diketahui keberadaannya.

"‎Ada berkas yang tidak dilengkapi 5 Bacaleg tersebut, diantaranya SKCK, surat kesehatan dari Rumah Sakit Umum dan Surat Keterangan dari Pengadilan Negeri. 3 orang dari Dapil Binjai Selatan dan ‎2 orang dari Dapil Binjai Utara," sambungnya.

Menurutnya, ‎Pengurus DPC PBB Kota Binjai sudah berusaha menjajaki komunikasi kepada 5 Bacaleg tersebut. Hanya saja, hingga kini mereka tidak menunjukkan sikap koperatif.

"Mereka bukan kader. Ketepatan saat itu kita buka Pendaftaran, saat mereka mendaftar kita terima. Dari awal memang persoalan administrasi," tandasnya. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments