Ketua ICMI Kota Binjai : Tunda Vaksinasi Rubella




Ketua ICMI Kota Binjai Ir Eddy Aswari

Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Binjai, Ir Eddy Aswary, melarang keras pemberian Vaksin Campak dan Rubella (MR) kepada anak anak maupun Siswa didik.

Dirinya juga menghimbau kepada Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dan para Orangtua, agar menghentikan penyuntikan Vaksin tersebut di hentikan terlebih dahulu, sebelum ada Keputusan Resmi dari Lembaga/Institusi yang berwenang.

"Penyuntikan Vaksin Campak dan Rubella adalah 'Haram'. Sebab, belum ada Keputusan Resmi dari Lembaga atau Institusi yang berwenang," tegas Eddy Aswari, Selasa (7/8).

Jika tujuannya untuk menyehatkan anak Bangsa, sambung Eddy Aswari, sudah sepatutnya mempunyai dan menunggu Keputusan Resmi tersebut.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan kota Binjai Mahaniari Manalu, melalui Kabid P2P dr M Indra Tarigan, ketika diwawancarai wartawan di ruangan rapat Komisi C, Senin (6/8) mengatakan kalau tujuan imunisasi bukan menyakiti anak bangsa, tapi ingin menyehatkan anak bangsa.

Indra juga menjelaskan, di Indonesia, pemberian vaksin ini sudah memasuki tahap kedua setelah fase pertama sebelumnya dilakukan di wilayah Pulau Jawa pada tahun 2017 kemarin.

"Sampai saat ini belum ada terbukti paska imunisasi yang menyebabkan terjadinya gangguan akbibat imunisasi namun kita sudah memiliki safety untuk kegiatan tersebut, yaitu dengan cara menyeleksi sebelum imunisasi itu, minimal tentang kesehatan. Kalau saat itu terganggu Kesehatannya, baik demam, batuk dan yang lain, kita tunda dan pada saat seseorang sudah baik, dab setelah itu kita akan lakukan penyuntikan," katanya.

Untuk Kota Binjai, pemberian vaksi akan dimulai dari sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMA, dan untuk anak yang belum sekolah nantinya akan dilakukan di Posyandu,  Puskesmas dan di fasilitas kesehatan yang ada di Kota Binjai. (Put)
Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments