Kasat Reskrim AKP Firdaus Janji Kades Cabul Diproses Hukum

AKP M Firdaus

Langkat-Metrolangkatbinjai. com

Warga Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat sudah dapat bernapas lega. Pasalnya, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum Kepala desa (Kades) yang dikeluhkan warga belakangan ini, ahirnya mendapat perhatian serius Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Firdaus. 

Hal dikatakan AKP Firdaus menjawab Whastaap metrolangkatbinjai. com kemarin di grub Ke Bhinekaan Kab Langkat. Perkara itu sudah dilaporkan ke Polres Langkat pak, selanjutnya akan kami proses hukum pelaku cabul terus sebut. " Ujarnya. 

Untuk perkara terdahulu tidak dihentikan walaupun kedua belah pihak telah berdamai perkara tersebut tetap diproses lanjut. " Terang perwira dengan tanda pangkat tiga balok emas dipundaknya ini menjawab tudingan kalau penyidik Polres Langkat sengaja mempetieskan kasus pencabulan yang dilakukan oknum Kades.

Sekedar menyegarkan ingatan, beberapa waktu lalu belasan warga dari Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan mendatangi kantor P2TP2A Kab Langkat di Stabat.
Kedatangan masyarakat ini ingin menanyakan seputar bekunya kasus Pencabulan yang dilakukan oleh oknum kepala desa mereka Dar (46) terhadap warga berinislal Su (17) beberapa waktu lalu.

Kasus Pencabulan ini sebenarnya telah pun dilaporkan orang tua korban ke Polres Langkat ketika itu. Bukti laporan pengaduanya tertuang dalam laporan polisi Nomor : LP/373/V/2018/SU/LKT Kamis 31 Mei 2018.

Namun menurut warga sampai saat sekarang ini kasus tersebut terkesan mandek proses hukumnya.
Bahkan,tersiar kabar kalau kasus ini telahpun didamaikan.

Oleh sebab itulah warga berharap agar P2TP2A  Langkat dapat membantu menyelesaikan kasus ini mengingat perbuatan pelaku oknum Kades telah berulang kali.

Sambung warga lagi,dengan masih bebasnya oknum Kades mereka berkeliaran membuat warga merasa tidak nyaman. " Sekarang kami merasa tidak nyaman karena kades cabul masih berkeliaran,ucap warga.

Menurut warga,kasus Pencabulan yang dilakukan oknum Kades tersebut terungkap setelah warga merasa curiga melihat gerak gerik korban.

Selanjutnya orang tua korban Pon (43) menanyakan hal tersebut pada tanggal 28 Mei 2018 sekitar pukul 17.30 wib.

Kepada korban Su, ibunya Pon menanyakan soal sikap pelaku  terhadap korban ketika datang menemuinya di Jl Raya Usul, Desa Usul,Kecamatan Batang Gasal, Kabupaten Indra Giri Hulu, Riau.

Setelah didesak ahirnya Su buka mulut dan mengatakan kalau dirinya telah digarap oleh pak Kades sebanyak 10 kali dirumah ya setiap kali rumah pelaku lagi sepi.

Ternyata selain Su pencabulan juga dilakukan oknum kades terhadap warganya sebut saja Bunga (13) tahun. Menurut pelajar SMP tersebut dirinya empat kali dicabuli si kades. Atas kejadian tersebut Bunga kemarin membuat laporan le Polres Langkat setelah Sebelumnya mendatangi kantor P2TP2A. 

Cabul pencabulan yang dilakukan oknum kades tersebut juga menarik perhatian Komisi A DPRD Langkat. Saat warga mendatangi gedunh dewan Senin kemarin, wakil rakyat itupun berjanji akan memangil pihak terkait guna menanyakan sejauh mana penanganan dan perkembangan kasusnya. (yong) 

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments