logo

Ini Tanggapan HIPAKAD Langkat Terkait Kades Akan Pergi Ke Bali





Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Rencana kepergian Kepala Desa se- Kabupaten Langkat ke Bali pada tanggal 2 September 2018 selama 5 hari dengan anggaran Rp 12.950.000/Kepala Desa, mengundang reaksi keras Elemen masyarakat Langkat.

Kepergian para Kepala Desa tersebut di nilai kurang tepat, pasalnya  anggaran yang di keluarkan sebesar Rp 12.950.000 untuk 5 hari kunjungan ke Bali sangat fantastis, mengingat sampai saat ini kondisi Desa dan masyarakat Desa di Kabupaten Langkat sangat memprihatinkan. Masih banyaknya infrastruktur Desa yang membutuhkan sentuhan Dana untuk membuatnya atau memperbaikinya antara lain sarana jalan Desa, saluran air pertanian, pembangunan sumber daya Masyarakat Desa, termasuk Pemberdayaan Pemuda Desa untuk peningkatan Perekonomian Desa dan atau membangkitkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tidak optimal jika tidak mau dikatakan mati suri.

Hal inilah yang membuat berbagai komponen masyarakat menyatakan kurang tepat rencana kepergian para Kepala Desa ke Bali, walaupun dengan dalih Study banding, Kunjungan Kerja maupun sekedar mengikuti bimbingan teknis. Tidak sekali ini saja Kepala Desa yang ada di Kabupaten Langkat berangkat bersama sama menuju Provinsi yang telah ditentukan,  kunjungan Kepala Desa se-Kabupaten Langkat patut diduga pemborosan anggaran. Pasalnya, kunjungan ini diduga telah menjadi kebijakan yang harus dilaksanakan.

Salah satu yang merasa Prihatin adalah Himpunan Putera Puteri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Kabupaten Langkat. Melalui Ketuanya, David Zoel Hutagalung,  menyampaikan keprihatinannya kepada awak media.

David Zoel Hutagalung menyatakan keberatannya dan berharap rencana tersebut dibatalkan segera, mengingat Dana tersebut masih dibutuhkan untuk pembangunan Desa Desa yang ada di Langkat yang masih memprihatinkan.

“Seharusnya para Kepala Desa tersebut lebih konsentrasi membangun Desanya, kan sayang uang sebanyak itu hanya untuk bepergian ke Bali apapun alasannya. Masih banyak masyarakat di Desa serta kondisi nyata Desa yang membutuhkan perhatihan Kepala Desa, Pemkab Langkat dan kita semua termasuk uang yang akan mereka keluarkan untuk kebutuhan ke Bali sana,” tegas David Hutagalung.

Lanjut David, apalagi para Kepala Desa tersebut hampir setiap tahun selalu bepergian keluar Langkat maupun ke Pulau Jawa dengan menggunakan uang rakyat walupun katanya untuk Study banding, Bimtek. Namun kita tidak melihat hasilnya secara Signifikan dari kunjugan tersebut.

"Lihatlah Desa Desa kita juga masyarakatnya tidak mendapat manfaat apapun dari kepergian mereka," bebernya.

Jika rencana tersebut dilanjutkan, sambung David, maka pantas dan layak kita sebagai komponen masyarakat Langkat, baik secara Individu maupun secara kelembagaan, HIPAKAD Langkat meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menindak lanjuti persoalan ini.

"Karena kita menilai adanya penghamburan uang Rakyat atau uang Negara, hanya sekedar bepergian apapun alasannya. Toh hasilnya tidak kita rasakan. Lebih baik uang tersebut digunakan untuk pembangunan Fisik atau pemberdayaan masyarakat Desa, sehingga bermanfaat lebih nyata daripada hanya untuk paraa Kepala Desa yang melakukan kunjungan yang tak jelas manfaatnya itu,” tegas David Zoel Hutagalung dengan nada tinggi.

Sementara itu, salah seorang Kepala Desa yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, mengakui kalau dirinya akan pergi pada Bulan September nanti.

“Ya bang, tanggal 2 September berangkatnya. Biayanya Rp 12.950.000/Kepala Desa selama 5 hari pulang pergi," ucap Kades tersebut.

Saat ditanya kepada siapa uang Rp 12.950.000 tersebut diserahkan, Kepala Desa mengatakan, uang tersebut diserahkan kepada tim penyelenggara di kantor PMDK (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan kelurahan) Kabupaten Langkat.

Terkait Rencana kepergian Kepala Desa Kabupaten Langkat ke Bali, Kepala BPMDK Kabupaten Langkat, Jaya Sitepu, saat dikonfirmasi untuk yang kedua kalinya, Kamis (23/8) Setelah sebelumnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler membenarkan rencana kepergian para Kepala Desa di Kabupaten Langkat ke Bali.

“Saya tidak terlibat dalam kunjungan ke Bali, hanya memfasilitasi keberangkatan mereka. Ada pihak ketiga melaksanakannya,” tutur Jaya Sitepu, saat singgah sebentar di Tanjung Pura sekembalinya dari Kacabjari Pangkalan Berandan.

Saat di tanya mengapa penyerahannya di Kantor BPMDK, Jaya Sitepu mengatakan bahwa para Kades hanya pinjam satu ruangan aja untuk kegiatannya.

"Tidak ada paksaan dan ini telah menjadi agenda Kepala Desa melalui APDESI telah sepakat dan menanda tangani pernyataan. Disana ada Bimtek juga. Studi banding kebersihannya karena kebersihannya banyak orang yang kesana dan antrilah kesana. Lagi pula kegiatan ini sudah jadi agenda,” kata Jaya Sitepu. (Put)

Tags

advertisement centil

Metrolangkatbinjai.com - merupakan media informasi terupdate seputaran kabupaten langkat, dan selalu memberikan informasi-informasi yang menarik setiap harinya.