Harga Terus Melambung Tinggi, Pedagang Ayam Terancam Gulung Tikar




Kandang ayam milik Wak Ong terlihat kosong karena harga ayam terus melambung tinggi

Binjai-Metrolangkatbinjai.com
Harga ayam potong di Kota Binjai sejak beberapa bulan ini terus mengalami kenaikan. Belum ada tanda tanda akan turunnya harga ayam, membuat sebagian pedagang ayam mengurangi jumlah pasokannya ke konsumennya.

Menurut salah seorang pedagang ayam di Kota Binjai yang bernama Irwansyah alias Wak Ong, naiknya harga ayam tersebut membuat masyarakat enggan membeli ayam potong.

Menurut Wak Ong yang juga Duta Anti Narkoba asal Kota Binjai, selain mahal, ayam juga sulit di cari di kandang kandang Peternak.

"Harga jual ayam sudah menembus 40 ribu perkilogramnya. Masyarakat enggan membeli karena harga itu terlampau tinggi," ucap Wak Ong, Rabu (8/8)

Tidak hanya itu, Wak Ong juga meminta kepada Dinas terkait untuk melakukan operasi Pasar, sehingga masyarakat bisa terbantu.

"Kalau harga ayam terus melambung, bisa bangkrut kita. Karena daya beli masyarakat terus berkurang," keluhmya.

Dirinya juga berharap adabya tindakan dari Gubernur Sumatera Utara, sebab, menurut Wak Ong, para peternak ayam yang besar, ijin Usahanya langsung dari Povinsi.

Untuk di ketahui, harga ayam potong di pasar Tavip Binjai, menembus harga 40 ribu/Kg. Harga tersebut di nilai sangat mahal bagi konsumen, sehingga para pedagang ayam harus mengurangi jumlah ayam yang di jualnya. (Put)


Show EmoticonHide Emoticon