Dua Kakak Beradik Dicabuli Pak Kadus



 
Dua korban cabul kakak beradik saat ditanyai petugas P2TP2A kab Langkat.
Langkat-Metrolangkatbinjai.com

Kasus pencabulan terdengar lagi di Langkat. Kali ini korbanya dua orang anak berusia sembilan (9) dan sebelas tahun. Korban pencabulan tersebut merupakan penduduk Halaban Blok Dusun I, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Kasus tak bermoral ini terungkap ketika korban sebut saja Bunga (11) tahun, melihat adiknya, Mawar (9) bukan nama asli, dicabuli oleh pelaku Hamdan pria bau tanah yang dikenal sebagai Kepala dusun ditempat mereka.

Oleh Bunga, aksi Hamdan langsung dilaporkan kepada orang tuanya. Zulfikar dan Sari seakan tak percaya mendengar pengakuan anaknya, selanjutnya orang tua korban inipun menanyakan perihal kebenaran tersebut kepada Mawar.

Dengan polosnya Mawar mengatakan kalau anunya telah dipegang-pegang pelaku sambil memasukkan jari tengahnya. Selain pengakuan Mawar, Bunga juga mengatakan kalau ianya juga telah diperlakukan sama oleh pelaku sebanyak 4 kali.

Bak disambir petir disiang bolong, Zulfikar dan istrinya Sari langsung memangil dan menanyai pelaku bersama warga lainya. Tak dapat mungkir lagi, pelaku mengakui telah melakukan apa yang dituduhkan.

Merasa perbuatan pelaku sudah kelewatan karena merusak masa depan putrinya, tanpa banyak pertimbangan lagi, Zulfikar lalu melaporkan orang tua yang pernah menjabat kepala dusun ditempat tinggalnya itu.

Tepat pada tanggal 2 Agustus 2018, kedua orang tua korban inipun mendatangi Polres Langkat guna membuat laporan pengaduan. 

Sampai saat ini pelaku belum juga diamankan petugas, hal inilah yang membuat Zulfikar dan keluarga merasa kecewa, apalagi dampak perbuatan pelaku, putrinya sudah tidak mau lagi kesekolah karena trauma dan malu.

Untuk membantu kasus yang melilit keluarganya, Zulfikar mendatangi kantor P2TP2A kab Langkat di Stabat. “ Kami kecewaya kenapa pelaku yang mencabuli anak kami tidak ditangkap Polisi, sekarang pelakunya sudahpun melarikan diri, kata mereka dihadapan petugas P2TP2A.

Kordinator P2TP2A Kab Langkat Drs Ernis Syafrin ketika dimintai komentarnya mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin mendampingi korban hingga kemeja persidangan nantinya. " Pastilah,pasti kita dampingi korban, " ujar Ernis singkat.(yong)
(yong)

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Beri Komentar Tutup comment

Disqus Comments